Jumat, 18 Juli 2014

#Catatan Harian (15/7/2014) “Kegamangan dan peluang besar”


        Tak henti-hentinya saya lihat dan memperhatikan kalender 2014 dari tanggal ke tanggal hingga bulan ke bulan, baik kalender biasa maupun kalender akademik. Terselip sedikit keraguan tentang aktifitas dan kegiatan di bulan agustus hingga desember, ada sedikit keraguan yang mengganjal dalam hati ini. Apakah saya akan bisa melewati ini semua dengan pencapaian yang telah ditargetkan? Apakah saya siap melakukan cukup banyak hal yang melelahkan setiap harinya? Apakah saya akan merasa bosan dan malas? Apakah kuliah akan tetap lancar dengan hasil nilai yang baik? Apakah target kejuaraan sebagai atlet drum band dapat tercapai? Apakah target kejuaraan diluar negeri dapat tercapai dengan intensitas latihan yang padat?
          Semua memang selalu menjadi berbenturan. Memang ada sedikit kekeliruan dalam diri saya yang memiliki sifat perfeksionis dan obsesif. Yah, entahlah orang mau bilang seperti apa, ini hidup saya yang selalu senang bila banyak hal yang bisa saya lakukan setiap waktunya. Termasuk kegamangan yang sedang menimpa saya saat ini.
          Sudah saya tuliskan apa saja target yang harus dicapai di tahun 2014 ini, entah itu dari segi pendidikan di kuliahan, pendidikan non formal, ataupun kegiatan hobi lainnya diluar sana. Ada dua tantangan besar yang selalu menjadi kekhawatiran saya pribadi. Pertama : waktu yang ada cukup singkat, namun kegiatan yang harus dikerjakan cukup banyak. Kedua : Kemalasan yang datang misterius, penyakit yang satu ini memang selalu menjadi musuh semua orang, yang satu ini selau menjadi penyebab hidup tidak produktif dan target sulit tercapai. Namun jauh dalam pikir dan benak, ada sebuah perjudian antara kemenangan dan kekalahan yang akan saya alami. Kemenangan bila apa saja yang telah ditargetkan dapat tercapai dengan baik sesuai standard yang telah ditentukan, dan Kekalahan bila apa yang ditargetkan tidak sesuai rencana.
          Kalaupun saya berfikir logis dan mau menilainya dengan objektif, solusi dari kegamangan tadi itu sangat sederhana, yaitu : apapun kegiatan yang telah kamu komitmen untuk ikuti, kerjakanlah dengan baik dan sungguh-sungguh. Berarti sebenarnya peluang yang saya miliki untuk mendapatkan Kemenangan seperti yang telah dijelaskan diatas adalah sangat besar, kalau saja semua syarat dapat dikerjakan dengang baik, seperti : rajin hadir kuliah, review materi kuliah setiap harinya, latihan soal, latihan marching dengan displin dan pintar, selalu mem-push diri untuk bekerja diatas normal, bimbingan dengan dosen rutin dilakukan, dan menjaga kesehatan pastinya.
          Kita juga semua sudah tau kalau tidak ada masalah yang tidak punya jalan keluar, tinggal dari kitanya apakah mau mengambil solusi dan menjadi lebih baik ataukah hanya berfikir dan selalu khawatir tanpa mengubah apapun menjadi lebih baik. Kalau saya sih gak mau seperti itu, rugi banget masalahnya kalau seperti itu, sudah pasti bakalan rugi waktu, rugi tenaga, rugi fikiran dan mungkin juga rugi secara materil. Pilihannya adalah kalau tidak sekarang, nanti tidak akan pernah ada. Sometimes “later” become “never”.
Baca Selengkapnya#Catatan Harian (15/7/2014) “Kegamangan dan peluang besar”

Senin, 30 Juni 2014

I'm Nothing Without Them


Selalu pikiran ini didera oleh kebingungan, dan ini sering terjadi. Bukan soal pilihan hidup namun lebih kepada sikap dan cara saya bersosialisasi dengan orang lain, terutama mengenai hubungan dan komunikasi dengan orang lain (dalam hal ini bukan pacaran). Mungkin ini sebuah karma yang harus saya terima atau hukum alam yang harusnya terjadi. Resiko juga sih, salah siapa memilih banyak komitmen sehingga banyak tanggung jawab yang harus saya pikul dan akhirnya cape sendiri juga.
          Saya hanya punya satu otak dengan milyaran pikiran dan ingatan tentang kehidupan. Serba salah juga sih menjadi orang dengan tipikal seperti ini, mungkin belum ketemu aja cara yang tepat. Selalu merasa hidup sepi dan bosen bila sedikit kegiatan yang dilakukan, namun selalu merasa keberatan bila banyak kegiatan, memang membingungkan. Dan kalau sudah seperti ini kualitas hubungan sosial saya dengan orang lain menjadi memburuk. Bisa dengan orang tua, saudara, sahabat, teman kampus, teman main, dll. Seolah semuanya saling bertabrakan, setiap elemen memiliki tuntutan tertentu. Jangan pikirkan tentang diriku sendiri! Saya hanya selalu memikirkan tentang persepsi orang lain terhadap diri saya, apakah saya baik di mata mereka ataukah buruk? Dan saya sangat membenci perasaan seperti ini. Tidakkah ada hal lain yang lebih penting dan bermanfaat untuk dipikirkan? Selain kekhawatiran saya terhadap persepsi mereka kepada saya yang buruk.
          Ditambah dengan semester yang cukup membuat saya ketar ketir, sehingga banyak hal yang terabaikan hanya demi 2 sks yang mungkin tidak seberapa. Saat itu hubungan dengan orang tua menjadi kurang baik karena jarang sekali saya pulang dan tidur di rumah, ditambah dengan selalu tidak sempatnya saya mengabari mereka kabar saya di luar rumah. Lalu bagaimana dengan orang lain? Jangan ditanya. Saya sering absen rapat dan beberapa kegiatan di kampus juga sering absen mengikuti latihan marching band rutin, sehingga sering menimbulkan banyak pertanyaan dan image kurang baik dari teman-teman. Seolah-olah saya ini manusia super sibuk, padahal emang iya. Dan yang paling saya sesalkan adalah hubungan saya dengan teh emphi yang saya pikir menjadi kurang baik.
          Semua berawal dari saya yang selalu tidak dapat menyempatkan sedikit waktu untuk memelihara komunikasi dan hubungan dengan orang lain. Dan jadi rugi sendiri akibat perilaku sendiri. Sejujurnya saya merasa sangat malu dengan apa yang sering orang lain laukan terhadap saya. Mereka sering membantu saya, memberikan saya sesuatu yang bermanfaat buat saya, selalu mendengarkan keluhan saya, selalu mau meberikan saran dan masukan setiap saya minta. Namun apa yang saya lakukan terhadap mereka tidak sebanding, terlalu banyak saya berhutang kepada orang-orang disekitarku, bukan hanya hutang kebaikan lebih banyak kepada hutang budi. Saya terlalu egois dan mementingkan diri sendiri dan terlalu obsesif akan semua cita-cita yang saya impikan. Padahal sesungguhnya “im nothing without them”.
          Bersabar sepertinya adalah jawaban yang paling bijak, walaupun ucapan permintaan maaf saya sangat tak berarti lagi. Pelajaran berharga untuk saya juga supaya untuk lebih bersabar akan obsesi dan selalu membina hubungan yang baik dengan orang-orang disekitarku, terutama kepada orang-orang yang mempunyai keyakinan terhadap diriku.
Baca SelengkapnyaI'm Nothing Without Them

Selasa, 01 April 2014

Catatan Sang Juara #1 (Bertahan Adalah Kuat)


        Sore itu pada pertengahan bulan Juli tahun 2012 di lapangan Saparua langit terlihat begitu cerah, pemandangan yang biasa terjadi adalah banyaknya orang yang sedang jogging atau sekedar nongkrong-nongkrong keren. Namun aku berdiri dengan sedikit kekhawatiran dihati, mungkin bukan hanya diriku yang merasa seperti ini, sepertinya dua puluh orang yang lainnya juga akan berperasaan sama. Sore ini akan dilaksanakan sebuah seleksi bagi insan marching band kota bandung untuk dapat tergabung dalam barisan atlit kota bandung pada cabang olahraga Drum Band.
            Kekhawatiran yang aku rasakan lebih kepada pikiranku yang sangat tidak karuan yang bergejolak di kepala ini. Seleksi yang dilakukan berupa test fisik yaitu lari selama dua belas menit dengan target putaran yang harus dicapai adalah enam putaran. Seleksi pada sore ini diikuti oleh kurang lebih dua puluh orang yang memiliki background sebagai seorang marching band yang berasal dari beberapa unit marching band di bandung. Namun kalau dilihat hanya ada dua unit besar yang anggotanya mendominasi seleksi ini. Yang pertama, ada teman-teman dari unit Gema Wibawa Mukti (GWM) Pemkot Bandung dan yang kedua adalah unit Gita Pakuan (GP) Pemprov Jabar.
            Beberapa orang anggota dari GWM adalah atlit Drum Band Kota Bandung pada gelaran PORDA tahun 2010 kemarin, sehingga setidaknya sudah memiliki pengalaman. Namun yang datang pada seleksi sore ini adalah mereka yang mau berjuang keras dan berusaha maksimal demi tujuan akhirnya yaitu gold and glory bagi kota Bandung tercinta. Walaupun nuansa persaingan terasa hangat, tapi tidak membuat kita merasa saling berlomba untuk mendapatkan tempat pada team Drum Band Bandung. Setiap orang saling mendukung satu sama lain, walaupun tidak semua diantara kita saling mengenal satu sama lainnya. Dan perlu kalian ketahui sore ini adalah sore yang menjadi awal bagi kelahiran sang juara di tahun 2014, sore yang akan melahirkan 25 orang dengan potensi yang luar biasa dan mimpi yang begitu suci dan tinggi. Dan hanya orang-orang yang mampu bertahan lebih lama merekalah yang akan menjadi yang kuat dan akan menjadi juara. Mereka yang mampu mempertahankan tekad dan mimpinya, yang mampu mempertahankan waktu latihannya walau merelakan beberapa kewajibannya, mereka yang mampu mempertahankan otot tangan dan kakinya terus bekerja dan berlari. Dan mereka yang kan terus bertahan mempertahankan harga diri, mimpi, serta keyakinan demi sebuah kalimat “Gold and Glory”.
Baca SelengkapnyaCatatan Sang Juara #1 (Bertahan Adalah Kuat)

Senin, 17 Maret 2014

Semester Itupun Tiba


Dan semester yang ditakutkan itupun tiba. Semester yang sebelum kedatangannya pun sudah menjadi perbincangan banyak orang. Sudah banyak korban yang berjatuhan karenanya. Dan menurut mereka para korban, sudah banyak kerugian yang mereka alami akibat semester tersebut. Dan kini, setelah cerita itu berlalu satu hingga dua tahun yang lalu, tiba saatnya generasi kami bertemu dengannya. Sebuah siklus tahunan yang pasti terjadi, walaupun dalam setiap tahunnya efek yang dirasakan berkurang atau menjadi lebih baik, namun menurut kacamata mereka yang awam ini terlalu berlebihan.
          Rasanya mengeluh bukanlah hal pelarian. Menjadi tak berasa atau tak mempunyai nurani adalah solusinya. Biarkan pikiran yang dihasilkan otakmu yang luar biasa yang terus bekerja, bersama logika ilmiah yang selalu bisa menangkis segala alabi. Tidak banyak yang bisa saya perbuat selain membiarkan semua ini berjalan seperti apa adanya, tak ada harapan mendapatkan result terbaik, semuanya menginginkan semua ini segera berakhir.
          Terbaca dalam setiap wajah mereka yang tak secerah dulu, tak ada ketepatan waktu dalam menjalani perbincangan di ruangan bersama dosen, tak ada perbincangan mengenai kebahagiaan, semuanya muram semuanya terdiam, tak ada keluhan keluar dari mulut mereka, hanya sebuah cerita kelam dan beberapa peringatan. Inilah yang mereka hadapi, namun semangat mereka masih belum padam untuk menghadapi ini semua. Walaupun terkesan seperti robot yang tak memiliki hati, mereka terus bergerak dan bekerja sesuai dengan rules yang telah disepakati, tak ada sanggahan tak ada protes yang ada hanyalah kelapangan hati untuk menerima semuanya.
          Namun bersama kita bisa, bersama kita mampu menghadapi semua. Ini hanyalah bagian kecil dari suatu peradaban yang maha dahsyat. Ini hanyalah bagian terkecil dari susunan mozaik kehidupan sebagai seorang engineer. Dan walaupun beban yang saya pikul tak sama dengan yang lain. Semester ini akan menjadi arena sengit pertarungan antara kewajiban kerasnya kebudayaan yang akan turun temurun terjaga melawan kekuatan mimpi, obsesi dan kejayaan. Siapakah yang akan menang? Coba kau tebak sendiri saja.
Baca SelengkapnyaSemester Itupun Tiba

Minggu, 02 Februari 2014

Khayalan Untu Berubah

Suatu hari saat aku masih muda, Aku berkhayal
Bagaimana aku bisa ke bulan, Melihat dunia dan mengubahnya
Aku sangat sedih karena dunia tidak kunjung berubah

Setelah aku dewasa dan punya sedikit kepandaian
Aku kurangi cita-citaku yang muluk itu, Aku berniat mengubah negeriku
Tetapi cita-cita itu hasilnya justru terbalik, Negeriku makin terpuruk

Saat ini setelah sudah beranak cucu
Dengan semangat yang masih ada,
Aku ingin mengubah keluargaku, teman-temanku dan lingkunganku
Ternyata merekapun tidak mau berubah

Setelah usiaku semakin senja, dengan semangat yang masih tersisa tiba-tiba kusadari
Bagaimana kalau yang pertama-tama kuubah adalah diriku
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku dan lingkunganku

Lalu berkat dukungan dan dorongan mereka siapa tahu
Aku bisa memperbaiki negeriku
Kemudian siapa tahu mimpiku terwujud
Aku dapat mengubah Dunia.

(Terukir disebuah makam di Westminter Abbey, Inggris 1100 M)
Baca SelengkapnyaKhayalan Untu Berubah

Minggu, 05 Januari 2014

Menuju Kepala Dua


         
Dua Dekade

Kue Ulang tahun dalam dunia maya

          Tepat pada bulan ini yaitu bulan perdana pada setiap masehi, aku menuju kepala dua. Dimana usiaku bertambah satu hitungan dari hitungan sebelumnya, dimana aku menuju kepala dua. Dimana tingkat kedewasaan akan semakin bertambah oleh ujian kehidupan yang semakin kompleks karena aku menuju kepala dua. Dimana genap sudah dua dekade bumi dipijak serta langit dijunjung karena aku menuju kepala dua. Dimana semua beban pikiran serta tanggung jawab secara perlahan berpangku tangan dari pihak lain ke tanganku karena aku menuju kepala dua. Dimana tidak ada lagi kegelisahan yang akan aku rasakan di bangku perguruan tinggi karena aku tumbuh dan berkembang menuju kepala dua. Dimana ucapan yang keluar dari bibirku adalah sebuah komitmen dari seorang lelaki yang menuju kepala dua. Dimana segala tingkah laku yang dilakukan berdasarkan pemikiran dan pertimbangan matang karena aku menuju kepala dua.
          Menuju kepala dua adalah sebuah keniscayaan yang harus aku yakini dalam hati, tidak ada penolakan, yang ada hanyalah kelapangan dada untuk menerima. Tidak ada penyesalan didalamnya semua bercampur dan berbaur menjadi satu antara mimpi dan realita. Dan kulihat bayanganku didalam cermin yang begitu gagah, berdiri tegak dengan wajah penuh keyakinan, dengan senyum yang mempesona, tangan yang akan berbuat lebih banyak, serta jutaan sel otak didalam kepalanya menjadi senjata tak terkalahkan abad ini bahkan untuk waktu yang sulit dijangkau.
          Begitu banyak harapan yang akan terucap pada hari itu, hari dimana orang-orang dalam dimensi yang berbeda dengan dunia nyata begitu banyak mengungkapkan kebahagiaan dan memanjatkan ribuan doa. Semuanya ditujukan untukku yang saat ini terus saja menyimpan keyakinan yang sangat besar akan cerahnya masa depan. Kepala dua adalah sebuah titik penanda akan kebangkitan jiwaku dan juga detik dimana api-api kecil itu akan menyala. Sebuah fajar menanti di ujung jalan ini, menyambutku dalam dekapan sinarnya, dalam hangatnya mentari pagi, dan menjagaku dari dinginnya malam.
          Sudah kutuliskan banyak daftar di kehidupanku, semuanya indah dan menggiurkan. Tugasku kali ini adalah mudah, membuat setiap coretan dalam daftar itu baris demi baris, hingga ketika aku menuju angka seperti abad ini adalah coretan pada setiap baris dalam daftar itu. Aku tidak takut untuk membuat semua dalam daftar itu menjadi kenyataan, aku tidak sendiri. Aku selalu diawasi oleh Allah dan Dia-lah yang mengabulkan setiap doa-doaku dan doa-doa mereka untukku, juga kedua orang tuaku yang tak pernah lelah menyebut namaku dalam setiap doanya dan memberikan banyak pelajaran kehiduapan yang tak akan pernah aku dapat dari sekolah manapun, juga sahabat serta teman-teman yang selalu menopangku untuk tetap berdiri tegak, sahabat yang selalu meng-aminkan setiap doa-doaku, sahabat yang selalu memberikan keyakinan akan setiap harapanku, sahabat yang selalu menghibur dikala datang gundahku, juga sahabat yang akan selalau berjuang bersamaku.
          Kamis, 6 Januari 1994, tepat duapuluh tahun lalu aku hadir ke dunia ini. Pada detik-detik kemunculanku doa-lah yang tak henti-hentinya memenuhi seisi ruangan bersalin. Tangisanku memecahkan semua keheningan dan kekhawatiran akan kondisi ibuku. Dan tangisanku yang begitu keras pada senja menuju malam itu dibalas dengan tawa suka cita serta ungkapan rasa syukur tak henti-hentinya. Lalu kumandang suara adzan memenuhi seisi ruangan, keluar dari mulut seorang kepala keluarga yang saat ini dan seterusnya akan selalu aku hormati. Ratusan tetes air mata jatuh dari sumber yang tak akan pernah habis membasahi wajah, membersihkan sedikit darah yang membungkus tubuh mungilku. Hingga tak kusadari, kejadian itu telah berlalu dua puluh tahun lamanya.
          Syukur yang tak terkira atas nikmat yang telah Allah berikan kepadaku, dan ungkapan terima kasih yang tak dapat tergambarkan oleh apapun kepada kedua orang tuaku, terutama mamah yang telah mengandungku selama 9 bulan. Mamah ikhlas perutnya menjadi istana kecilku selama 9 bulan, dimana aku tumbuh dari segumpal darah hingga menjadi seonggok daging yang memiliki nama, dimana telah aku tendang dan meronta-ronta didalmnya sehingga rasa sakit dan mules yang amat sangat yang mamah rasakan, dengan beratku yang semakin bertambah dari hari kehari dalam istana kecilku sehingga bertambah pula beban mamah untuk berjalan dan bernafas, semuanya ikhlas oleh mamah lakukan hanya untuk menanti kehadiranku kedunia ini. Dalam setiap malam yang dipenuhi taburan bintang, mamah megusap-usah istana kecilku dan mamah kirim suara yang sebelumnya aku tidak pernah tahu dan ingat, dan setelah aku lahir kedunia, aku baru tahu bahwa setiap lantunan suara pada saat itu adalah doa-doa yang mamah panjatkan kepada Allah untuk aku si buah hatinya yang sangat dia dambakan. Semua perbuatan itu tak pernah bisa aku balas dengan apapun dan sampai kapanpun, hanya ketaqwaan dan keshalehan-lah yang mampu membalasnya serta kebanggaan atas setiap prestasi yang aku torehkan adalah sedikit balasan atas jasa-jasa yang telah mamah berikan.
          Sekarang aku berdiri dengan banyak amanah menanti, dua puluh tahun lamanya aku hidup di bumi ini. Tak ada sesuatu yang lebih berharga selain menjadi manusia yang memberikan manfaat kepada orang lain. Bersama mimpi dan harapanku, aku siap menyambut fajar yang bersinar. Salam bahagia dari aku Redi Restu Fadilah yang kini genap menjadi kepala dua.
         
Baca SelengkapnyaMenuju Kepala Dua

Jumat, 03 Januari 2014

Tahun Baru Diatas Awan


Pagi ini, 1 Januari 2014 disebuah sudut dataran tinggi kota Bandung. Aku bisa melihat betapa indahnya kota dimana aku bernaung bila dilihat dari ketinggian yang cukup membuat mata menerawang barat hingga timurnya bandung. Disebuah tempat yang sedikit tersembunyi dari pandangan manusia sekitar, tempatnya yang cukup unik berada diatas perbukitan dipinggiran jalan menuju Lembang. Sebuah villa seluas ± 300 M2 dengan halaman yang luas dibagian depan dan belakangnya. Dimana kamu bisa melihat terangnya Bandung dimalam hari dengan jutaan lampu mengedip didalamnya, dimana kamu bisa melihat cantiknya bandung dengan beberapa bangunan pencakar langit sebagai hiasannya, dimana kamu bisa melihat gelapnya bandung di pagi hari karena sepenuhnya tertutup oleh kabut, juga dimana kamu bisa merasakan setiap tarikan udara yang kamu hisap adalah udara bersih yang cukup sulit kamu dapatkan di bandung. Inilah villa yang sebenarnya aku tidak tahu asal muasal siapa yang mengajakku ke tempat ini. Inilah villa dengan 14 orang penuh cinta dan bahagia berada didalamnya.
          Akhirnya kuputuskan rencana menghabiskan malam tahun baru bersama mereka, teman-teman yang setidaknya 2 bulan belakangan ini setiap harinya mewarnai rutinitasku, mereka adalah sahabat dari anggota marching band yang aku ikuti selama 4 tahun ini. Memutuskan untuk pergi bersama mereka adalah pilihan tepat. Setelah 3 hari lalu kita semua masih berjuang bersama di Jakarta dalam perlombaan bernama GPMB. Menjauhi hiruk pikuk perkotaan adalah pilihan yang cocok, salah satu dari mereka sepakat untuk membuat acara untuk kita habiskan bersama menikmati pesta kembang api di sebuah villa di daerah Cikidang Lembang. Kalau kalian belum pernah kesini, sebaiknya kalian coba! Tempat ini sungguh menyenangkan.
          Bersama ke-13 sahabat lainnya, aku memacu kuda besiku menuju Dago atas sebagai jalan alternatif yang bisa kita ambil untuk menuju villa. Biar semakin dekat, akan aku perkenalkan satu per satu sahabatku ini. Kita terdiri dari 5 Orang mahluk cantik dan 9 Orang mahluk Ganteng. Aku berada disini bersama A Feink, Happy, Ucup, Gani, Ridwan, Adung, Medika, Ijal, Dhai, Mega, Avi, Sonia, dan Nova. Bersama mereka aku habiskan penghujung tahun 2013 dengan membakar jagung, memasak ayam goreng, dan yang pastinya menyalakan kembang api yang sejak kemarin sore kita beli. Tak ada ungkapan yang begitu luar biasa yang aku rasakan selain rasa senang dan bahagia.
          Sama seperti siang ini pukul 11.45 yang masih terasa sangat dingin, sama seperti bandung ketika pukul 06.00 pagi. Karena Bandung baru terlihat dari halaman belakang villa setelah pukul 10 pagi, sebelum itu hanya gumpalan kabut tebal yang setia menyelemuti. Sebagian lain sibuk dengan berfoto dihalaman belakang dengan latar pemandangan bandung dari atas, sebagian besar cowo lainnya sibuk bermain kartu di ruang tengah villa dengan konsekuansi setiap yang kalah akan menggunakan helm motor dikepalanya. Sama seperti mereka, aku memilih menyibukkan diriku dengan menulis. Dan inilah tulisan yang kalian baca dan sedang aku tulis.
          Untuk mengisis liburan awal tahun ini, kita sepakat untuk melanjutkan pengembaraan menuju Lembang Tangkuban Perahu untuk berendam air panas di kolam Pemandian Gracia. Semoga tulisan ini dapat menghibur kalian semua. Semoga ada kesempatan untuk aku dan kalian berlibur bersama menikmati indahnya tempat yang belum terjamah orang banyak. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kalian dan juga memberikan imajinasi segar dalam otak kalian yang mungkin saat ini sedang dipenuhi oleh tekanan.













Baca SelengkapnyaTahun Baru Diatas Awan

Kamis, 10 Oktober 2013

MOTIVASI

Mengingat kebaikan orang adalah sebuah cara untuk kita menjadi lebih bahagia. Dan selalu tersenyum merupakan stimulus menjadi bahagia juga. Terima Kasih Teteh.


MOTIVASI
Dikala ingin menghilangkan jenuh belajar
Untuk adiku yang senantiasa aku pedulikan
REDI RESTU FADILAH

R :  Raih Kesuksesan..! itulah impian terbesarku
E  :  Engga peduli apa pun rintangan nya
D  :  Duhai diriku…semangatlah, hadapilah
I    :  Impian itu sudah dekat di depan mata

R  :  Raih..ayo raihlah…sedikit…sedikit saja lagi !
E  :  Emosi ini…kejenuhan ini..kadang datang menerpa
S   :  Seakan membelaiku dengan kesenangan semu
T  : Tapi..tidak ! aku tidak boleh terlalu lama terlena
U  :  Uuh Bangkitlah..Semangatlah..duhai diriku

F   :  Fadilah !!..ayo tingkatkan kapasitas dirimu..!
A  :  Aku harus berusaha menyingkirkan kejenuhan ku, ayo lakukan !
D  :  Demi membahagiakan orang-orang yang mencintaiku
I    :  Ibuku, Ayahku dan semua yang mendukungku
L  :  Lewat doa, pengorbanan, harapan, dan apapun yang mereka berikan untuk ku
A  :  Allah, ya Raab yang maha kuasa..Wujudkanlah Impian ku
H :  Harapan ku..dan semua cita-cita ku..Amiiin…
Baca SelengkapnyaMOTIVASI

Kenapa Kamu Harus Sukses?


-          Agar Allah bangga karna memiliki mahkluk yang beriman & taqwa kepada NYA
-          Agar Rasulullah bangga karna memiliki umat yang mengikutiNYA
-          Orang tua akan menjadi bangga & terus mendoakanmu.
-          Agar derajat & martabat keluarga menjadi naik dan meningkat
-          Agar dibanggakan, dihormati dan dihargai oleh orang lain
-          Agar kamu bisa menikmati semua mimpi dan cita-cita kamu
-          Agar bisa membantu orang lain yang kesusahan
-          Agar mudah dalam mencari kebutuhan
-          Agar bisa beramal dengan baik
-          Agar bisa membalas segala kebaikan yang diberikan orang tua, teman, sahabat dan orang lain.
Baca SelengkapnyaKenapa Kamu Harus Sukses?

Senin, 07 Oktober 2013

Campus Talk Itenas : Personal Branding



Sekitar dua minggu yang lalu di kampus saya ada sebuah acara yang lumayan keren dan sangat bermanfaat untuk ditongkrongi oleh para mahasiswa dan mahasiswi. Tepatnya pada tanggal 25 september 2013 bertempat di ruang seminar jurusan teknik sipil Itenas dilaksanakan sebuah acara yang berjudul “Campus Talk” dengan acara intinya yaitu “Personal Branding”. Nah, bagi kalian yang tidak sempat hadir saya akan berbagi cerita mengenai apa saja yang disampaikan dalam acara tersebut. Acara ini terselenggara atas kerjasama Biro Kemahasiswaan Itenas  dengan P.T. Santos Jaya Abadi yang pada acara ini pemateri berasal dari P.T. Santos.
Mungkin tidak jauh berbeda dengan acara lainnya. Acara ini semacam seminar gitu yang didaamnya disajikan beberapa materi yang dipresentasikan dengan begitu apik sehingga para audience terlihat fokus memperhatikan. Karena acara ini terselenggara atas kerjasama dengan pihak industry maka tidak salah lagi acara ini berbau promosi dari produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Yah, tidak apalah yang pentingkan materi “Personal Branding” nya itu yang penting.
Dalam acara tersebut pula terjadi tanya jawab antara audience dengan pemateri sehingga atmosfer diskusi begitu kental dalam acara tersebut. Tidak lupa hadiah dipersiapkan oleh panitia bagi siapa saja yang mengajukan pertanyaan ataupun memberikan pandangan atas materi yang disampaikan. Materi pertama yang disampaikan adalah tentant overview dari PT. Santos Jaya Abadi, materi yang kedua adalah mengenai tahapan kesuksesan, ketiga adalah materi mengenai Personal Branding serta yang terakhir adalah test bakat minat dan kemampuan. Semua materi yang disampaikan sangat bermanfaat terutama pada bagian Personal Branding serta test bakat minat dan kemampuan.
Ada banyak ilmu yang bermanfaat yang sempat saya catat dan saya ingat. Yang pertama adalah bagaimana meniti sebuah aktifitas yang dapat memberikan manfaat serta mengantarkan kita pada kesuksesan.Ada lima point penting yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
1.    Be Dilligent
2.    Be Consistant
3.    Be Relevant
4.    Be Interesting
5.    Be Yourself
Untuk penjelasan dari tiap pointnya saya lupa lagi. Tapi intinya adalah diawali dengan sikap rajin sehingga menjadikan sebuah kebiasaan baik lalu sailing terkait dengan yang di impikan, memuncukan sebuah hal yang menarik lalu di tegaskan dengan sikap menjadi diri sendiri.
          Lalu bagaimana dengan Personal Branding? Nah untuk yang satu ini dalam catatan saya tertulis :
          # Personal Branding Process
1.    Define     => Apa yang akan ditampilkan
2.    Audit       => Evaluasi sifat pribadi
-      Start with “googling” in Internet about your name
-      Delete Negative
-      Review your privacy setting
3.    Create a Brand that sell you
-      Start with personal profile
-      Use keyword on your profile
-      Profile snapshot
-      Engage and connect with others
Untuk penjelasan mengenai materi diatas silahkan mengartikan sendiri. Karena saya merasa sulit untuk menjelaskannya, intinya saya males saja mengetik panjang lebar. Mohon dimaklumi. Hehehe….


          # Bulid Personal Branding
1.    Find strength and passion
2.    Upgrade your competency (Knowledge – Skill – Attitude)
3.    Be unique and different
4.    Be honest
5.    Promote yourself
6.    Grab your chane and challenge
Jadi, materi diatas adalah langkah untuk membangun Personal Branding yang baik. Dan terakhir pada acara ini diaksanakan test bakat minat dan kemmpuan. Test ini bertujuan untuk mengetahui bakat minat dan kemampuan seseorang, pada posisi apa dia cocok bekerja sesuai bakat dan minatnya serta sifat seperti positif dan negative apa yang dimiliki olehnya. Namun pada test ini tidak sepenuhnya benar 100% ataupun akurat, karena test ini hanya berlangsung singkat, jadi hasilnya pun tidak semua akurat.
          Setelah selesai test, pemateri membahas satu per satu tipe manusia dari 9 tipe yang ada. Hasil test tadi menghasilkan sebuah nilai akhir berupa angka 1-9 yang masing-masing angka menggambarkan tipe kepribadian seseorang. Kesembilan tipe tersebut adalah :
1.    Tipe Perfeksionis (Si Sempurna)
2.    Tipe Helper (Si Penolong)
3.    Tipe Achiever (Si Pengejar Impian)
4.    Tipe Romantic (Si Romantis)
5.    Tipe Observe (Si Pengamat)
6.    Tipe Questioner (Si Pencemas)
7.    Tipe Adventurer (Si Petualang)
8.    Tipe Challenger (Si Penantang)
9.    Tipe Peace Maker (Si Pembuat Kedamaian)
Dari test yang dilakukan dan dari proses penghitungan, hasil akhir test pribadi saya menunjukkan angka 3, yang berarti saya sebagai seorang pengejar impian.
          # Sifat Positif
1.    Yakin
2.    Optimis
3.    Rajin
4.    Efisien
5.    Berinisiatif
6.    Energik
7.    Praktik
# Sifat Negatif
1.    Memperdayakan
2.    Narsistik
3.    Hampa
4.    Bersikap pendendam
5.    Terlalu kompetitif
Namun tidak semua sifat diatas sepenuhnya akurat dan benar. Tinggal dari kita pribadi mau sadar atau tidak dengan bakat dan minat yang kita miliki. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Intinya, bagaimana kita bisa menjadi individu yang lebih baik dengan melakukan apa saja yang sesuai dan cocok dengan pribadi kita. Jadi, tentukanlah Personal Branding kalian dari sekarang. Dan yakinlah kalian akan sukses dengan Brand yang kalian buat sendiri.
Baca SelengkapnyaCampus Talk Itenas : Personal Branding