Jumat, 07 Juni 2013

Filosofi Liburan (Goes to Sawarna #2)

Keputusanku membawaku ke suatu tempat yang memang seharusnya aku datangi. Suatu tempat yang bisa membebaskan kami sejenak dari rutinitas yang memberatkan pikiran. Sebuah tempat yang mampu meng install ulang isi pikiran sehingga kembali fresh. Pantai bukanlah sebuah opsi yang buruk, walaupun resikonya adalah kulit menjadi lebih gelap tapi kita tidak memperdulikannya.
          Perjalanan dimulai sejak rabu malam. Kami mempersiapkan diri untuk dapat berangkat sepagi mungkin agar sampai ke pantai sawarna secepat mungkin. Mengingat jarak yang cukup jauh dan perjalanan yang memakan waktu lama. Kami memutuskan bahwa kampus menjadi titik start keberangkatan kita. Beberapa diantara kami memutuskan untuk bermalam dikampus, karna khawatir tidak bisa bangun pagi dan juga ada yang rumahnya jauh dari kampus. Semua mempersiapkannya dengan baik. Mulai dari pakaiana ganti, peralatan mandi, kacamata, topi, serta perlengkapan penunjang sudah tertata rapih didalam tas besar yang dibawa masing-masing.
          Akhirnya jam 5 pagi semua sudah berkumpul. Walaupun meleset dari jadwal yang direncanakan, kami tetap semangat. Kami ber-12 orang siap berangkat dengan tas-tas besar bawaan dan juga wajah yang berseri-seri. Kami mencoba mengabsen diri sebelum berangkat, khawatir ada yang tertinggal dan lebih khawatir lagi kalo bertambah. Aku (Tahe) ; Faisallu ; Fei ; Abdul ; Ridha ; Kadek ; Sube ; Dimas ; Irsyad ; Mbak Zeda ; Mbak Aya ; dan birdita sudah fix dalam komposisi liburan kali ini. Kami pergi menggunakan 2 buah mobil yang bermerk sama hanya beda warna saja. Karna jumlahnya genap dan juga pas, kita membaginya rata menjadi 6 orang di mobil 1 dan 6 orang di mobil 2. Komposisi di dalam mobil 1 adalah : Sube ; Mbak Zeda ; Fei ; Ridha ; Abdul ; dan aku. Sedangkan di mobil 2 adalah ; Dimas ; Birdita ; Irsyad ; Mbak Aya ; Faisallu ; dan Kadek.
          Setiap jalanan yang kita lewati kita isi dengan canda dan tawa. Ada yang asyik bernyanyi mengikuti alunan lagu dari MP3 yang sedang diputar, ada yang tertidur pulas, ada juga yang hanya berdiam diri dan sangat menikmati pemandangan disamping jalan. Bermacam ekpresi diantara kita semua, namun  satu persamaan yang bisa terlihat diwajah kita semua, adalah kesenangan dan senyum yang terus bersinar. Melewati Padalarang – Cianjur – Sukabumi – Pelabuhan Ratu membuat kita merasa lelah hingga memutuskan untuk berhenti di beberapa titik. Sekedar untuk buang air, juga mengisi perut yang lapar dan tenggorokan yang dahaga, sekedar untuk merilex kan otot-otot yang pegal kami berhenti.
          Pantai pelabuhan ratu sudah nampak diluar kaca mobil kami. Biru air dan biru langit berpadu serasi dan terlihat tanpa celah. Ombak silih berganti berlarian menepi ke pantai. Angin berhembus cukup kencang membuat pohon kelapa seolah menyapa kadatangan kami dengan salam hangat dan lambaian tangan yang tiada henti. Tak henti-hentinya aku mengucap subhanallah dan syukur atas apa yang Allah ciptakan di bumi ini. Allah menciptakannya sempurna dan semuanya teratur dalam suatu hukum alam dengan segala kompleksitasnya. Rasa kagumku tak berhenti sampai disitu, ketika kami memutuskan untuk berhenti ditepi jalan yang dari titik tersebut akan terlihat sebuah pemandangan yag luar biasa. Birunya laut dan langit yang berpadu serasi di hiasi oleh putihnya awan yang menggantung juga kapal-kapal nelayan yang terlihat begitu kecil bagaikan semut yang bersandar di pinggir laut, Pegunungan yang berdiri gagah dengan diselimuti oleh pepohonan hijau menutupi sebagian pemandangan kami. Mereka seperti berbagi keceriaan dan kesenangan kepada kami. Sebagian menyuguhkan keindahan lewat warna dan sebagian lainya memberikan bentuk yang luar biasa. Sehingga tak sadar mulutku terus menganga dan lirih menyanyikan sebuah lirik lagu dari seorang penyanyi cilik. Sambil menikmati pemandangan mulutku terus bernyanyi “Langit biru, awan putih, terbentang indah lukisan yang kuasa; Oh sungguh senangnya lintasi bumi ; Oh indahnya dunia”.
          Akhrnya kita sampai juga ditempat tujuan. Sebelum menuju penginapan, kami disambut ramah oleh ibu pemilik penginapan. Namanya ibu Clara, itu bukan nama aslinya, Clara adalah nama anak perempuannya, biar mudah kami menyebutnya ibu Clara saja. Beristirahat sejenak dirumahnya. Selagi menarik nafas panjang kami makan siang bersama yang sudah dipersiapkan ibu Clara. Sambil makan sambil. Walaupun wajah kami  kumal, berminyak dan lelah namun kami selalu tersenyum dan tertawa.
          Sebelum sampai ke penginapan kami harus berjalan kurang lebih 300 meter. Jaraknya cukup jauh, dan cukup membuat kita engos-engosan dan bercucuran keringat karna kepanasan. Yang membuat aku senang dan seru adalah ketika kami harus melewati jembatan yang dibawahnya melintas aliran air sungai menuju laut. Yang serunya adalah jembatan tersebut adalah jembatan gantung yang terbuat dari kayu sebagai pijakan kaki kita yang diikat oleh kawat baja di pinggir-pinggirnya dan terhubung dari ujung ke ujung. Sebuah pengalaman luar biasa, dan sensasi berada diatasnya pun luar biasa. Semakin kita mempercepat langkah kita, maka jembatan itu akan bergoyang semakin kuat. Rasanya itu seperti berjalan diatas jembatan goyang.Ahaha… .
          Sesampainya dipenginapan, kami semua melepas lelah dengan merebahkan badan disetiap ruang kosong. Ada yang diatas kasur, ada diatas saung kecil, ada juga yang diatas ayunan yang berada diantara dua pohon. Semuanya terlelap dalam kibasan angin pesawahan yang membelai tubuh kami begitu halus. Sejenak kami terbawa ke alam bawah sadar. Semuanya gelap, terasa sejuk, terdengar suara angin yang berlarian bergantian arah, dan tubuhku terus bergoyang diatas ayunan.
          Sore hari, pantai menjadi tujuan utama kami. Semuanya begitu bersemangat, Ada yang ingin sekali berenang seperti irsyad. Dan kami semua berubah tampilan menjadi seperti anak pantai yang siap bermain air dan pasir di pinggiran sana. Jarak menuju pantai tak begitu jauh, kurang lebih 200 meter dari penginapan. Setelah sampai dipantai, semuanya buyar, semua spekulasi tentang gambaran suasana disana terjawab sudah dengan apa yang kami lihat dihadapan kami. Kami semua berlarian menuju air dan berenang kegirang disana. Saling melempar pasir kebadan, saling berlarian dikejar ombak. Terjatuh, tenggelam dalam air dan merasakan asinya air laut, membuat kami begitu dekat, tertawa kegirangan bersama, mengabadikan moment berharga ini dalam bidikan lensa kamera, saling bergaya, saling bercanda, dan saling berebut untuk minta di foto. Membuat lengkap perjalan liburan kami di pantai sawarna ini. Foto ini menjadi bukti kalau kami pernah datang ke tempat ini dan menuliskan cerita ceria, cerita cinta, dan cerita kebersamaan diantara kami.
          Senjapun tiba, dimulai ketika matahari memutuskan diri untuk menjauh dan menghentikan asupan sinarnya untuk sementara. Kamipun pulang menuju penginapan dan mandi. Setelah mandi, kami berkumpul di depan penginapan untuk makan malam bersama. Lelah akibat bermain di pantai membuat kami semua begitu lahap menyantap makanan yang telah disediakan bu clara lewat penjaga penginapan. Oh iya, selama dipenginapan kami ditemani oleh mas-mas yang ditugasi oleh bu clara untuk menjaga penginapan. Dialah orang yang selalu menyiapkan makanan untuk kami dari makan pagi, siang dan malam. Mas-mas itu juga sering memberikan informasi yang berharga kepada kami seputar pantai sawarna ini. Akhirnya malam jumat itupun  menjadi sangat panjang dan bermakna, walaupun sebenarnya aku suduh terlebih dulu  menuju alam bawah sadar dan menikmati indahnya mimpi. Namun sayup-sayup terdengar diluar sana suara faisallu, sube, fei, ridha yang sedang asyik main kartu. Aku tetap tak tergoda untuk bergabung bersama mereka, karena mata ini tidak memberikan toleransi sedikitpun untuk aku ajak menikmati malam bersama.
          Hari kedua tak jauh berbeda dari sebelumnya. Walupun hiburan kami hanya pantai, tapi kami tidak merasa bosan. Kita berenang, bermain air, berlarian di pinggir pantai, bermain bola, saling melempar pasir, berfoto menjadi aktifitas kami disana. Berjalan-jalan menyusuri pinggir pantai menuju suatu objek wisata baru yaitu Tanjung layar disebelah barat pantai sawarna. Sayangnya aku tidak ikut berpetualang bersama fei, ridha, faisallu, abdul dan kadek. Mereka lebih duluan menuju kesana dan mendapati beberapa tempat baru yang luar biasa, itu terlihat dari cerita mereka yang begitu semangat dan dimata mereka nampak sebuah pemandangan yang indah walaupun aku tidak merasakan secara langsung namun pikiranku sudah menerawang jauh kesana dari apa saja ilustrasi yang diceritakan oleh mereka. Hari kedua ini tepatnya har jumat membawa kita lebih sering berlama-lama dipantai ketimbang di penginapan. Setelah menikmati birunya langit dan indahnya sunset. Kami juga penasaran dengan suasana pantai dimalam hari. Aku, sube, ridha, fei, kadek, abdul, faisallu memutuskan untuk menuju pantai dimalam hari. Walaupun aku merasa khawatir dengan beberapa cerita menyeramkan, namun rasa penasaran dan ajakan mereka membuat rasa khawatir itu hilang. Dan ternyata, malam hari tidak kalah dari siang hari. Angin malam begitu erat memeluk tubuh kami dan suara ombak yang silih berganti menepi menjadi backsound obrolan kami malam itu. Dan semuanya terjaga dalam tidur mereka masing-masing beserta mimpi indahnya dibawah gelapnya malam dan senyum rembulan.
          Sabtu pagi, terdengar suara bising diluar sana. Suara orang-orang yang mengobrol dan suara langkah kaki mereka. Karena sabtu ini merupakan libur nasional, orang-orang mulai berdatangan menuju pantai sawarna. Ada yang menggunakan motor, mobil pribadi, juga ada yang menyewa minibus seperti kopaja. Dan penginapan kamipun mulai ramai dengan para tamu baru yang mengisi pondok lainnya yang ada di komplek penginapan kami. Terdengar berisik suara dari abdul yang membangunkan kami dan terus berteriak “Woyyy,,,hudang euy.. rek ningali sunsrise moal? Kaburu beurang engke sunrisena euweuh “(Woyy..bangun..mau pada liat sunrise gak? Nanti keburu siang trus sunrisenya hilang)”. Hanya beberapa diantara kami yang terbangun dan berjalan menuju pantai sisanya tak bisa diharapkan untuk bangun. Walaupun kami dipantai tidak menemukan sunrise karena tertutup oleh bukit tapi kita tetap menikmati pagi hari di pantai yang diguyur hujan rintik-rintik. Akhirnya kamipun kembali kepenginapan.
          Untuk terakhir kalinya kita memutuskan untuk berenang lagi kepantai sebelum kita pulang nanti siang. Aku kebingungan memilih pakaian, karena semua pakaianku sudah basah dan penuh pasir. Tapi tidak apalah menggunakan pakaian yang sama, toh nantinya juga dicuci bersih lagi kan. Pantai disaat itu seperti tidak biasanya, pantai ramai oleh orang-orang yang terus berdatangan. Namun kami semua tetap menikmati pantai ini dan seperti biasa kami berenang dan bermain air. Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 kamipun pulang ke penginapan dan mandi. Setelah mandi tidak lupa semua perlengkapan yang kami bawa dibereskan dan dimasukkan kedalam tas. Dan siap untuk pulang. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, kamipun berpamitan kepada si mas-mas penjaga penginapan yang begitu setia melayani kita.
Tidak lupa juga kepada ibu clara yang sudah menyiapkan penginapan dan makanan dan rela untuk kami tempati dan kami makan. Terima kasih juga kepada pantai sawarna yang sudah rela menemani kami selama liburan dan berbagi keindahan untuk bisa kami nikmati bersama dan juga rela sebagian darinya kami abadikan dalam bentuk foto. Terima kasih juga kepada sawah yang membentang luas nan hijau, Terima kasih juga kepada warga masyarakat disana yang begitu ramah dan mahal menekuk harga minuman botol menjadi 7 ribu rupiah. Terima kasih juga kepada jembatan gantung yang sudah rela punggungmu kami injak dan ikhlas berbagi kekuatan untuk kami agar bisa saling menguatkan diantara kami. Terima kasih semuanya. Terima kasih kepada Sube; abdul; ridha; faisallu; kadek; dimas; irsyad; fei; mbak zeda; mbak aya; dan birdita yang mewarnai liburanku kali ini. Kalian akan menjadi keluargaku yang akan selalu aku rindukan di masa depan. Banyak cerita yang kita torehkan atas perbuatan konyol kita, dan aku yakin cerita yang kita torehkan akan terus lucu dan membuat kita terpingkal-pingkal tertawa saat kita ceritakan lagi di masa depan. Semoga ini tidak menjadi liburan pertama dan terakhir kita. Masih banyak tempat indah yang harus kita kunjungi. Mereka menunggu kita untuk kita menorehkan cerita bersama mereka dan mengabadikannya lewat berfoto bersama. Inilah kami lab.metalurgi yang selalu ceria dan penuh tawa.
 



On The Way Mobil 1 (From L-R : Sube,Fei,Saya,Ridha,Mbak Zeda,Abdul (hide))
Di Penginapan

Karang Bokor
Bermain Air Bersama

Meluncur (Sube)

Belum ada judul

You know what i mean

Blue Sea and Blue Sky

Jejak cerita

Makan siang bersama

Jembatan Goyang

Keluarga Besar Lab. Metal (From L-R : Fei,Saya,Dimas,Birdita,Mbak Zeda,Sube,Irsyad,Mbak Aya,Abdul,Faisallu,Ridha)

Under The Sunset

Habis Gelap Terbitlah Terang
When we together

Hard Day's Night

Laugh


Highway to the beach

          

Baca SelengkapnyaFilosofi Liburan (Goes to Sawarna #2)

Rabu, 29 Mei 2013

Filosofi Liburan (Goes to Sawarna #1)

Liburan..liburan dan liburan. Kata-kata itu yang terus terngiang dalam kepala. Kenapa tidak? Kepala ini sudah begitu mumet dan pusing, rasanya semua beban berat dan segala limbah didalamnya ingin cepat di buang. Dan akhirnya liburan itupun tiba juga. Bagi saya liburan itu kebutuhan, bagaikan semua bayangan yang terus mengikuti langkah kita dibawah teriknya matahari, liburan akan menjadi menu penutup makan malam berupa kerja keras dan perjuangan saya selama awal 2013 hingga mei ini dan juga selama kuliah di semester  4 . Namun bagi saya juga liburan tidak harus selalu menunggu pekan dimana semua bentuk perkuliahan kosong. Ataupun menunggu terkumpulnya uang hingga sebanyak beras dalam satu karung, juga menunggu tanggal berwarna merah di kalender.
Everyday is holiday, setiap hari adalah liburan, liburan tidak harus di tanggal merah, liburan tidak harus pada libur sekolah atau kuliah, liburan tidak harus  selalu mengeluarkan uang banyak, liburan tidak perlu membawa banyak pakaian ganti, ataupun liburan tidak harus selalu bersama pacar.
Sedikit berfilosofi  mengenai liburan, bahwa liburan adalah suatu aktifitas yang dilakukan seseorang dalam rangka menghibur diri agar dirinya merasa senang hingga dia mendapatkan suatu ketenangan jiwa dan kenikmatan hasrat. Sebuah hasrat bermain dan menikmati semua hingar binger. Ketika kita lelah dengan semua kepalsuan hidup lalu kita tersenyum dan tertawa itu merupakan liburan. Ketika kita lelah dengan rutinitas yang monoton lalu kita mencoba Go Out itu merupakan liburan. Liburan memang sedikit mirip dengan hiburan atau bahkan miripnya banyak.hahaha… Yang pastinya ketika kita liburan hati ini harus merasa terhibur dan semua aspek yang ada harus mendukung tercapainya kesenangan jiwa.
Pada kesempatan yang emas ini, dimana waktu dan uang bertemu pada titik yang sama dan rencana sudah matang. Berangkatlah kita pada suatu tempat yang katanya sih indah dan kita menyebutnya sebagai liburan. Saya dan teman-teman asisten lab.metalurgi memutuskan untuk pergi liburan bersama. Dan tempat yang menjadi tujuan dari perjalanan indah ini adalah pantai. Yah, sebuah tempat yang begitu dekat dengan laut dan juga jarak matahari begitu dekat diatas kepala kita sehingga kulit kita dibuat coklat bahkan hitam karnanya. Sebuah pantai di selatan pulau jawa, tepatnya di selatan provinsi banten dan dekat sekali dengan perbatasan banten jawa barat. Sebuah pantai yang belum begitu banyak orang mengenalnya, bahkan mbah google pun belum begitu akrab dengannya. Dan sebuah survey dilakukan untuk mengecek tingkat keasingan pantai tersebut. Dan hasilnya adalah 6 dari 10 orang mengatakan “tidak tahu” mengenai pantai itu, jangankan bertanya apa saja yang ada disana. Baru menyebutkan namanya saja mereka sudah mengerutkan dahi, seolah-olah nama tersebut adalah nama sebuah ikan hias.hahahaha…
Yah Pantai Sawarna adalah tempat yang akan kita tuju. Dengan jarak kurang lebih 150 Km dari kota Bandung (maaf kalo salah namanya juga kurang lebih). Perjalanan yang jauh dan melelahkan membuat obsesi kita untuk menjelajahinya begitu besar dan berapi-api, hingga terjadi sebuah fenomena yang cukup aneh yaitu ketika kita masih berada diperjalanan namun pikiran dan khayalan kita sudah sampai duluan di panai sawarna. Seolah-olah meninggalkan raga, fantasy begitu cepet berlari mengalahkan waktu yang berjalan, menembus batas dan budaya. Inilah sebuah liburan akbar yang begitu kita nikmati. Tak ada perasaan takut maupun khawatir akan ini. Semuanya tenang, bahagia, senyum dan berseri-seri.
To be continue…….



View on the way to Sawarna

Peswahan disekitar penginapan Pantai Sawarna

Tanjung Layar (sebelah timur pantai Sawarna)

Secret way to sea

When we play together
Baca SelengkapnyaFilosofi Liburan (Goes to Sawarna #1)

Kamis, 16 Mei 2013

Seperti Bom Yang Meledak

          Alhamdulillahhirrobil alamin… Ucapan syukur tak hentin-hentinya keluar dari mulut ini. Mulut yang sudah lama menunggu untuk mengeluarkan ungkapan syukur dan bahagia. Setelah 5 bulan berjuang untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan yang semakin kompleks dan sekolah kehidupan yang menuju keadaan sebenarnya.
          Di semester genap ini ketika saya berstatus mahasiswa tingkat dua memang sangat berbeda dari semester sebelumnya. Terasa begitu berat untuk menjalaninya, banyak sesuatu baru yang belum saya alami sebelumnya, tapi tetep seru sih. Makanya gak salah kalau kita dapat mengukur tingkat kebahagian seseorang dalam menyelesaikan masalah itu dari seberapa besar dan seberapa banyak masalah yang dihadapi oleh kita. Semakin sulit dan kompleks masalah yang dihadapp maka akan semakain besar rasa bahagia dan rasa syukur yang dirasakan ketika kita mampu menyelesaikan dan melewati masalah tersebut dengan sukses.
          Pertama, di semester ini saya mendapatkan status baru dan juga tanggung jawab baru sebagai asisten laboratorium, otomatis saya harus membagi jatah waktu yang dimiliki untuk kuliah dan juga untuk laboratorium. Kebeltulan pada semester ini juga laboratorium dimana saya bernaung menyelenggarakan praktikum. Dan disemester ini juga saya mulai bekerja dan menjalankan tanggung jawab sebagai asisten yaitu mengajar saat praktikum, menilai presentasi praktikan, menilai tugas-tugas praktikan, dll. Dengan status baru ini, saya belajar banyak untuk bisa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain dengan sharing ilmu yang saya miliki, belajar bertanggung jawab bagaiaman menjadi seorang pengajar dan pendidik yang baik, belajar untuk berkomunikasi dengan baik dengan praktikan(orang yang praktikum) maupun dengan sesama asisten. Selain itu juga saya mempunyai rumah baru yang bisa saya gunakan untuk beristirahat, mengobrol, bermain, bernyanyi, berkumpul, belajar, berbagi cerita dengan sesame asisten, rumah itu adalah ruang asisten laboratorium. Walaupun baru kenal 5 bulan, tapi saya nyaman untuk diam berlama-lama disana. Rumah baru itu banyak memberikan pelajaran berharga dari mulai persahabatan, komunikasi, keluarga baru, ilmu baru, pengalaman baru, dan juga cerita baru.
          Kedua, di semester ini saya mendapatkan tugas perkuliahan yang cukup membuat saya berfikir dan bekerja keras. Kalau boleh mendefinisikan secara bebas, menurut saya tugas ini seperti try out pertama saya dalam mengerjakan tugas akhir. Karena dalam tugas ini saya dituntut untuk mengamati suatu benda dan merancang ulang benda tersebut dengan perhitungan yang sudah pernah diajarkan di perkuliahan. Dari mulai survey ke benda langsung, memfotonya, menganalisanya hingga menghitung ulang spesisifikasinya. Dan yang membuat berbeda adalah tugas ini menuntut saya untuk selalu mengecheck hasil kerja dan mengkonsultasikannya ke dosen pembimbing. Ini mungkin seperti simulasi tugas akhir. Bagaiamana membuat laporan yang baik dan gambar benda dengan benar. Tugas ini sangat memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Mulai dari bagaiamana terjun langsung ke lapangan dan mengamati objek penelitian. Bagaiamana menyeusun sebuah analisa perancangan, bagaiaman cara berkomunikasi dengan dosen, bagaiaman mencari referensi yang sesuai, dan bagaiaman menyusun laporan yang baik benar,dll.
          Namun selain dari dua kegiatan diatas, masih banyak kegiatan yang setia menemani dan mewarnai hari indahku. Seperti kuliah, latihan marching band, membaca buku, bermain gitar, bernyanyi, hang out dengan teman-teman, minum kopi sambil mengobrol. Tapi di akhir tulisan ini,saya hanya ingin menegaskan bahwa banyak sekali hal positif yang bisa saya ambil dari sebuah situasi yang sulit, tetap berfikir positif dan sabar maka akan indah akhirnya. Tanpa meremehkan ataupun menyepelekan semua hal, hidup itu dinamis jadi nikmatilah setiap masa dan situasi yang kita alami walaupun buruk ataupun baik, karena dibalik itu semua Allah memliki rencana yang tak akan kita duga. Tetap berserah diri kepada Allah, percaya akan rencana yang DIA buat untuk kita semua, Kita hanya tinggal ikhtiar, tawakal, berdoa dan bersabar. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita, Amin
Baca SelengkapnyaSeperti Bom Yang Meledak

Senin, 29 April 2013

Seutas Harapan

Sudah lama tidak menulis dengan serius.Tidak menuliskan pikiran dari isi kepala yang benar-benar bagus,yang keluar hanyalah tulisan dari kejunuhan saja.Kini aku berjumpa dan bertatap muka lagi dengan si monitor,yang setia mengeluarkan output dari kalimat yang aku ketik di atas keyboard.Kenapa selalu begini rasanya?setiap aku berhadapan denganmu wahai keyboard dan monitor,hatiku menjadi tak karuan,pikiranku berlarian saling bertabrakan.Entah harus kucari kemana semua inspirasi tentang sesuatu yang akan aku tuliskan,yang aku dapatkan ketika melamun menunggu teman,ketika aku menunggangi si kuda besi di siang dan malam,ketika aku harus bertemu dengan kebosanan di ruang sempit dan ketika aku berjalan diatas bumi ini.Semua ide dan pikiran itu tiba-tiba hilang dan seperti malu untuk mempertontonkan batang hidungnya ketika dia bertemu keyboard dan monitor.Aku menjadi gugup dan tak bedaya dihadapan kalian (keyboard dan monitor).
Pernah aku menghadiri sebuah seminar mengenai membaca dan menulis.Dan aku menanyakan hal demikian kepada narasumbernya.Karena aku merasa itu sebuah tembok penghalang yang harus aku runtuhkan,bila tidak?maka aku akan merasa tersendat dan terjegal untuk terus menulis.Mungkin lebih baik menggunakan cara-cara klasik yang kita kuasai dan mungkin juga terbukti ampuh,ketimbang menggunakan teknologi modern yang sulit beradaptasi dengan kebiasaan kita.Yah,lebih baik aku menuliskannya diatas kertas,jadi ketika mendapatkan inspirasi,kertas dan pulpen lah yang akan aku cari,tak bisa dipercaya bila aku harus mengandalkan ingatanku yang terbukti kinerjanya menurun akibar konsumsi msg yang berlebih.Sebaiknya aku mengambil cara aman agar tidak nabrak pada dinding yang sama.
Sejujurnya aku begitu bersemangat untuk menulis,menceritakan semua hal-hal yang menarik yang pernah aku alami dan membagikannya kepada kalian semua,dan berharap kalian yang membacanya akan  terhibur dan suka hingga dapat mengambil inspirasi dari tulisanku.Juga aku begitu senang ketika aku dapat membuat tulisan sesuai dengan apa yang ada dalam benakku,dan tidak ada distorsi.Mungkin aku seharusnya lebih rajin lagi untuk mengerjakan hal-hal positif dan bermanfaat,ketimbang harus mengerjakkan sesuatu yang masih gelap untuk aku bayangkan di masa depan.Membaca merupakan jawaban dari ini semua,dulu aku sering membaca walaupun bukan seorang yang kutu buku juga sih,tapi aku jadi suka membaca sejak menginjak bangku institute,entah kenapa?tapi aku merasa menyesal juga sih,kok baru punya perasaan itu pas baru mendapat status sebagai mahasiswa,kenapa engga dari dulu?euhh..dasar..sudahlah.Penyesalan emang selalu datang terakhir sama seperti polisi di film-film bollywood.
Erat kaitannya membaca dan menulis bagaikan “rumah” dan “sakit” dan tak boleh dipisahkan,mereka akan terus bersatu hingga menjadi seperti kata “rumah sakit”.hahaha…gak nyambung,biarin yang penting minimal bisa menghibur diri sendiri.Ingin rasanya pergi ke toko buku dan banyak menghabiskna waktu disana atau engga pergi ke perpustakaan dan menghabiskan waktu disana untuk…….euhhh…untuk tidur..hahahah..yah untuk membaca lah ,tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk tidur.hahaha….Namun di semester genap ini rasanya sulit menemukan waktu luang, yang benar-benar free untuk saya habiskan untuk kepuasan diriku sendiri,ada waktu luang namun diisi oleh kegiatan pengabdian kepada orang lain.Bukannya tidak ikhlas atau gak suka juga,tapi adakalanya diri sendiri harus diperhatikan juga.Jadwal di semester ini sungguh padat,ditambah dengan kegiatan extra juga membuat porsi waktu untuk hobbi sedikit berkurang atau bahkan banyak hilang.Tapi yang pastinya aku harus melewati fase yang seperti ini,yah namanya juga dinamika kehidupan harus dinamis dan berubah ubah,dan aku senang.Kalo kata Papah Dave Grohl mah “When the wheels come down”.Jadi selanjutnya semua pekerjaan dan project yang tertunda dapat segera aku selesaikan dan semoga juga semuanya berjalan dengan baik.
Baca SelengkapnyaSeutas Harapan

Jumat, 26 April 2013

I Wanna Be

I can’t say anything
I felt so blurry two weeks of late, for everything
I am too lazy to say a word, to tell a story, or to ask something
I just thinking the future, my future
I wanna be a multi-talent person
I wanna be a guitarist, a chef, an author and a nurse of course
I wanna have a bright future, a beautiful past time
I don’t know what I have to do to make it real
I think because everything so blurry
I feel gloomy…

I’m looking for my best side
I try for doing something useful
I aim to make proud some people around me, especially my parents
It’s hard for me if I still stay here
I have to move
I need a space to move on, come on
I have to breathe, to unfold my real imagination
It still blurry…

Prosa diatas,tadinya merupakan sebuah lyric untuk lagu.Yah,lagu yang dibuat untuk menandakan bahwa kita ini berkarya.Prosa diatas ditulis oleh teman saya bernama "icus"..mungkin kalo orangnya baca,pasti akan ketawa tawa sendiri.
Lyricnya begitu polos dan tak terjamah....
Namun banyak cerita dibalik lirik diatas....
Baca SelengkapnyaI Wanna Be

Rabu, 17 April 2013

Everywhere,They're Family

           Keluarga? Apa sih keluarga itu? Mungkin keluarga itu semacam kue,kue manis kayak martabak gitu,hahaha…ngawur.Kalau menurut KBBI keluarga itu artinya ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah.Namun tak sesempit itu arti dari keluarga,walaupun secara bahasa terdengar simple dan singkat,namun makna dari kata “keluarga” itu sangatlah dalam bahkan lebih dalam dari sumur yang ada di rumah saya.hahaha……entahlah,yang pasti setiap orang dapat mengartikan keluarga dengan berbagai versi mereka masing-masing.Namun bagi saya sendiri makna keluarga tidak bisa dipisahkan dari kata “bersama”.yah karna kita akan menyebut suatu hubungan itu sebagai keluarga karna kita berada bersama dengan mereka.Kita akan menyebut adik,kakak,ayah,ibu sebagai keluarga karna kita sering berada bersama dengan mereka,lalu ketika kamu atau saya berada bersama dengan teman-teman atau sahabat maka kita akan menyebutnya sebagai keluarga.Maka saya sendiri menganggap semua orang yang pernah bersama saya dalam jangka waktu tertentu,berada bersama saya dalam suatu acara,ataupun berada bersama saya ketika kita mengobrol hingga terjadi suatu kenyamanan dan rasa senang,maka mereka adalah keluarga saya.Walaupun mungkin banyak perbedaan diantaranya,mulai dari latar belakang,bentuk fisik,kebudayaan,bahasa,bahkan agama tapi mereka tetap saya sebut keluarga.
          Namun yang saya tahu tentang keluarga itu adalah ketika kita kekurangan mereka akan melengkapi,ketika kita jatuh maka mereka akan membantu kita untuk bangkit kembali,ketika kita sedih mereka menghibur kita,ketika kita senang dan terlampau senang mereka akan mengingatkan kita untuk dapat berbagi kesenangan dan  tidak berlebih lebihan,ketika kita tersenyum maka mereka akan menjaga kita agar terus tersenyum,ketika kita putus asa mereka akan memberi kita semangat,dan ketika kita berdoa maka mereka akan mengaminkannya.
          Saya sendiri akan merasa aman dan nyaman ketika saya berada dalam suatu lingkungan keluarga yang baik.Akan ada suatu kehangatan yang tidak dapat berhenti walaupun hari terus berganti,siang malam silih berdampingan menemani.Hingga datang badai konflik sekalipun akibat gesekan diantara kita,tetapi tidak akan membuat kita terpecah.Konflik justru mengajarkan kita untuk lebih bijak menjalani hidup,mengambil banyak hikmah dan pelajaran didalamnya,bagaimana memulihkan suatu hubungan,bagaimana berkomunikasi yang baik.
          Namun ada suatu batu penghalang yang cukup kuat menhan kita untuk terus bersinar,cukup kuat untuk melawan kehangatan kita,cukup kuat menjegal kebersamaan kita,dan cukup kuat ntuk menarik kita agar ikatan tangan diantara kita renggang lalu terlepas.Dia adalah waktu dan kesibukkan.Banyak jarak diantara kita dan keluarga menjadi renggang dan menjauh karna faktor kesibukkan,dan seperti sebuah bayangan yang mengikuti badan,maka karna kesibukan orang akan berkata “saya tidak punya waktu”.Saya sungguh menyesal ketika salah seorang bagian keluarga ada yang membuthkan uluran tangan dan perhatian ,lalu dengan tak sadar kita berkata “maaf,saya sibuk,saya gak punya waktu”.Rasanya kalimat itu seperti peluru tajam yang menancap kuat didalam dada hingga dia suit untuk bernafas.Maafkan saya teman,sahabat dan semua keluarga saya dan yang pernah menjadi keluarga saya hingga kita jarang berjumpa.Kita berjuang bersama untuk meruntuhkan tembok besar dihadapan kita yaitu tembok yang bernama kesibukkan dan waktu.
          Saya disini sangat bangga telah banyak memiliki keluarga yang luar biasa hebat yang telah bayak memberikan pelajaran berharga kepada saya,banyak membimbing saya untuk maju.Terima kasih kepada keluarga besar saya yang memiliki ikatan sedarah,keluarga sesama agama islam,kelurga sesama suku sunda,keluarga sesama warga Negara Indonesia,kelurga yang pernah sekolah di MI-Al-Hasan,keluarga di SMPN 20 Bdg,keluarga di SMKN 2 bdg,keluarga di Marching band Gita Pakuan,keluarga di Institut Teknologi Itenas,kelaurga di Teknik Mesin Itenas,keluarga di Lab.Metalurgi fisik Itenas,keluarga di Speaker People,keluarga di pertemuan Giggs band,keluarga di jalanan yang suka nanya alamat dan nanya jalan ke saya,dan keluarga yang selalu menganggap saya sebagai saudara.
Baca SelengkapnyaEverywhere,They're Family

Selasa, 02 April 2013

Sesosok Malaikat Penolong

Entah kapan pertama kali aku bertemu dengan sosok itu,aku lupa dimana kita bertemu dan pada momen apa kita pertama berdialog.Sosok itu bagaikan seorang tour guide yang sangat hebat,menceritakan tentang apa saja yang ada diluar sana maupun di tempat aku berpijak,membimbing aku untuk bisa melewati rintangan yang akan terjadi di depan sana.Sosok tersebut begitu indah,dengan penuh keikhlasan dia memberikan semua pelajaran baik tentang kehidupan kepada aku.Dia mengajarkan bagaimana aku bisa bangun dan berdiri setelah terjatuh,bagaimana untuk berlari diatas duri,bagaimana caranya untuk tersenyum di tengah kesedihan,bagaimana caranya memberi ditengah kesulitan,bagaimana caranya untuk rajin ditengah kemalasan,bagaimana caranya untuk ceria ditengah kebosanan,bagaimana cara untuk menyenangkan orang lain ditengah kekecewaan,bagaimana menjadi percaya diri ditengah rasa minder,bagaimana memberi tanpa harus meminta,bagaimana menyayangi tanpa harus menyakiti,bagaimana potensi dapat menjadi hobi dan bagaimana membuat semua masalah yang terasa sulit menjadi hal yang mudah dan menyenangkan.Itulah yang dia berikan padaku.
          Sosok tersebut dapat menjadi seperti ilmuan yang terus melengkapi bagian-bagian yang kurang dari sebuah robot hasil experimennya,memperbaiki setiap system yang keliru dan membuatnya dapat bekerja maksimal lagi.Sedikitpun aku tidak merasa keberatan kalau aku dikonotasikan sebagai robot,dan semoga juga dia tidak keberatan aku sebut ilmuan.Seorang ilmuan pasti berkorban banyak untuk kesusksesan experimennya,mulai dari waktu,tenaga,pikiran bahkan moril,harapannya adalah bagaimana robotnya ini dapat menjadi robot yang pintar,cerdas dan dapat bekerja baik,sehingga di luar sana orang-orang menyukainya.Aku berharap kerja kerasnya selama ini akan berbuah manis dan indah di suatu hari kelak,dimana semua orang akan berterima kasih atas jasa dia yang mampu bereksperimen dengan robotnya yang super canggih.
          Awalnya aku khawatir dengan keadaanku yang seperti ini,yang mungkin banyak sekali perbedaan dengan orang lain.Namun,sosok tersebut mampu meyakinkan aku untuk berani dan percaya diri dengan apa yang aku miliki.Dia memberiku semangat dan power untuk menghadapi itu semua dengan caraku sendiri.Dia yakin kalau aku akan menjadi manusia yang berhasil kelak,dan aku juga yakin kalau dia akan menjadi salah satu orang terbaik yang ada di belakang layar kesuksesanku.Aku akan mengingat jasanya dan melakukan apa yang dia sarankan.Aku terlalu banyak berhutang budi padanya,dan kuharap akau dapat membalasnya dengan sesuatu hal yang mampu membuatnya tersenyum bahagia dan terus mengenangnya.Tidak lupa juga kupanjatkan doa untuknya dan kusebut namanya dalam setiap doa yang kubaca setelah shalat dan malaikat di langit dan di bumi meng –aminkan nya.
          Aku juga lupa bagaimana aku dapat seperti sekarang ini,menjadi individu yang selalu dibimbing untuk menjadi yang lebih baik,memberikan usaha terbaik dan doa yang terbaik.Sosok tersebut selalu mengisi hari-hariku yang monoton,kehadirannya mampu memberi suasana baru dalam keseharianku,memberikan alunan nada harmoni dalam setiap detik kehidupan yang kujalani.Dan sekarang aku tak merasa sendiri lagi,sekarang aku tidak takut untuk bermimpi dan membagikannya kepada dunia,aku tidak takut dan malu lagi untuk menunjukkan potensiku,karena sosok tersebut pasti akan terus menarikku atau mendorongku untuk dapat menggapai semua impain.
          Tulisan ini sengaja kubuat untuk menghormati dan menghargai semua kebaikan yang telah sosok tersebut berikan kepadaku.Sungguh tidak ada maksud apapun ketika aku menulis ini,aku berharap tulisan ini menjadi ungkapan rasa terima kasihku yang sedikit tidak biasa dengan apa yang orang lain berikan,aku hanya ingin berterima kasih dengan caraku sendiri.Aku hanya ingin memberitahu bahwa aku adalah orang yang beruntung,dapat mengenal sosok tersebut.Sosok tersebut  adalah sosok yang flexible,dapat  menjadi partner,teman,sahabat,saudara,dokter,psikolog,peramal,guru,dll.Sehingga kamu akan merasa bahagia dan beruntung seperti aku ini yang dapat mengenal sosok yang multy talent seperti dia.Satu nasihat lebih baik dari seribu kalimat bijak.
Baca SelengkapnyaSesosok Malaikat Penolong

Sabtu, 30 Maret 2013

Pagi ini,akan kutulis apa?

Ketika kubuka mata ini dari alam bawah sadar menuju kehidupan realistis,dapat kucium aroma yang begitu berbeda.Tak seperti dulu,3 tahun yang lalu,atau bahkan 5 tahun yang lalu.Yah,saya bukan lagi seorang siswa bercelana biru atau bahkan abu-abu,saya telah menjadi seorang yang mampu memakai celana dengan berbagai corak dan tak ada yang namanya seragam.Inilah saya,yang tengah menjadi mahasiswa jurusan teknik mesin.Tidak jauh berbeda dengan mahasiswa lain yang kesehariannya dipenuhi oleh kuliah dari pagi hingga sore,tugas yang menumpuk,aktivitas organisasi,dll.Inilah dunia baru yang sedang saya jalani.

Entahlah,saya juga tidak tau akan becerita tentang apa.Semuanya menjadi hilang ketika berhadapan dengan layar monitor,semua inspirasi pun enggan menunjukkn batang hidungnya.Yang pasti,saya mencoba menikmati apa yang sedang saya jalani.Mungkin banyak sekali hal yang berbeda dengan kebiasaan dulu ketika saya berada di sekolah.Apakah itu dari segi pendidikannya,pergaulannya,attitudenya,pola pikirnya,dan lain-lain.Saya menikmati rutinitas ini,kuliah,dapat dikampus seharian penuh,berkutat di laboratorium,rapat organisasi,latihan marching band,nongkrong,mungkin bedanya adalah aktifitas sekarang lebih banyak menuntut tanggung jawab.


Baca SelengkapnyaPagi ini,akan kutulis apa?

Jumat, 22 Maret 2013

Want or Need?

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse
                                                “Coldplay – Fix You”

        Penggalan lirik diatas itu emang bener,dan Christ martin begitu fasih mengucapkannya dengan penuh emosi dan saya setuju sekali.Coba deh untuk mengartikan lyric diatas dan coba untuk menghubungkannya dengan apa yang telah terjadi pada kita.Saya sangat setuju sekali dengan kalimat kedua pada bait diatas yaitu “when you get what you want but not what you need” asli pas banget,tidak terlau jaim namun juga tidak terlalu urakan.Mungkin selama ini kita berusaha keras dan berdoa hanya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,namun belum tentu sesuai dengan apa yang kita butuhkan.Mungkin juga kalau boleh saya berspekulasi tentang keinginan dan kebutuhan adalah bagaimana kita menyikapi kedua hal tersebut,Kalau keinginan adalah sesuatu yang dituntut oleh nafsu,pikiran dan perasaan kita yang sangat erat berhubungan dengan teori dan rencana,sedangkan kebutuhan adalah sesuatu yang dituntut untuk diterima oleh tubuh,pikiran dan perasaan kita,kebutuhan adalah hal yang real terjadi dan bukan teori atau rencana belaka.Kebutuhan adalah treatment yang harus diberikan kepada internal diri kita dengan apa saja yang telah terjadi pada diri kita dalam kenyataannya.
      Idealnya adalah ketika keinginan terpenuhi maka kebutuhan juga terpenuhi,namun banyak diantara kita semua yang belum paham dan sadar akan hal itu yang ternyata sering bertolak belakang.Saya menganalogikannya dengan sebuah contoh seorang mahasiswa yang sangat hobi mengkoleksi buku,banyak sekali diantara koleksinya berupa novel.Keinginannya adalah untuk bisa melengkapi koleksi novel yang ditulis oleh penulis favoritnya.Namun jarang sekali ditemukan koleksi buku mata kuliah yang sangat bermanfaat bagi proses belajarnya di kampus.Nah,hal seperti inilah yang sulit,ketika keinginan bilang “a” namun kebutuhan berkata “b”.Jadi sebaiknya bagaiamana?Kita juga bingung,dan kita selalu merasa sesuatu yang menjadi kewajiban itu sangat tidak enjoy saat kita menjalaninya.
        Bila membicarakan tentang keinginan maka kita akan membicarakan diri kita sendiri dan menilainya secara subjektif.Kita akan selalu berada dalam sudut pandang yang merasa kalau diri kita adalah makhluk yang mempunyai sejuta keinginan yang setiap keinginannya dapat tercapai dan tidak akan pernah merasa puas ketika keinginannya terpenuhi,kita selalu menagih dan kecanduan akan keinginan yang tidak pernah berujung.Berbeda dengan kebutuhan yang akan selalu dapat dinilai objektif oleh orang lain ketika mereka diminta pendapat dan saran tentang diri kita.Kadang kita juga pernah merasa kalau saran yang orang lain berikan kepada kita selalu bertolak belakang dengan apa yang kita rasakan dan sering menganggap kalau diri kitalah yang begitu terdzolimi oleh keadaan.Dari hal seperti ini sudah terjadi distorsi antara kita yang selalu beranggapan keinginan dan orang lain yang memberitahu kita tentang kebutuhan.
        Supaya lebih bijak dalam menghadapi ini,maka kita diharuskan untuk bersikap fair dan objektif dalam mengukur dan menilai diri kita sendiri.Cobalah untuk membuat daftar tentang diri kita,apa saja hal yang termasuk kedalam “keinginan” dan mana saja hal yang termasuk kedalam “kebutuhan”.Semoga dengan kita dapat membagi hal-hal tersebut dalam daftar,kita dapat lebih mengenali diri kita dan tahu harus dibawa kemana.Mana saja hal yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dan mana saja hal yang boleh ditoleransi.Semua terserah kita.Hidup akan terasa lebih baik ketika kita dapat berfikir bijak dan menilai sesuatu dengan objektif dari berbagai sudut pandang.Kesimpulannya hidup ideal dan simple itu adalah “when you get what you want and you get what you need too”.Ideal dan simple kan?
Baca SelengkapnyaWant or Need?

Senin, 18 Maret 2013

Resep Dokter

Sambil mendengarkan lagu-lagu ceria dari soundtrack film petualangan sherina.Saya mencoba memaksakan diri untuk berfikir serius dan khusyu tentang progress kehidupan saya di masa depan.Saya mencoba mencabangkan semua permasalahan yang dihadapi dan merunut filosofi penyebabnya.Saya tidak mau terjebak lagi dalam krisis ini.Saya yakin dapat mengalahkan ini semua dengan semua potensi kemampuan yang saya miliki.Dan senang sekali hari ini bisa berkonsultasi dengan seorang yang baik hati dan yang terpenting adalah biaya konsultasinya gratis..heheh ,dokter yang tidak pernah merasa lelah untuk terus membantu saya,supaya saya bisa terus feel better and be the best.Ternyata penyakitnya tidak terlalu parah,baru gejala saja.Namun harus segera ditangani dan diobati sebelum virusnya menjangkit dan menyebar ke semua bagian.Dan terima kasih kepada sang dokter yang sudah membantu saya menganalisa penyakit apa yang sedang saya idap.Sekali lagi terima kasih banyak dok.
          Ada 8 resep obat yang harus saya konsumsi setiap harinya.Dengan takaran yang pas namun berlebih juga lebih baik.Saran dari dokternya adalah obatnya harus dikonsumsi setiap hari,sampai saya merasa good and seperti reborn gitu.Resepnya adalah :
1.    Syrup Percaya diri untuk mempertebal dan meningkatkan potensi IQ;EQ; dan SQ.
2.    Salep Senyum untuk merilex kan pikiran dan raut wajah.
3.    Sholat Khusyu sebagai pintu menuju otak alpha dan bentuk ketenangan diri.
4.    Pil tertawa untuk tetap merasa senang dan tenang,juga terhindar dari tekanan stress.(namun buka pil dari zat terlarang,najis).
5.    Terapi meditasi untuk menenagkan jiwa dan pikiran.
6.    Terapi hiburan untuk terus merasa fresh sehingga bebas jenuh dan badmood.
7.    Terapi olah nafas untuk memberikan asupan oksigen yang lebih banyak ke otak,agar otak dapat bekerja maksimal.
8.    Terapi sugesti untuk menginputkan pikiran-pikiran baik,menyenangkan dan penuh semangat kedalam otak agar menjadi energi yang positif juga.

Resep udah ada,sekarang tinggal dikonsumsi secara rutin dan intens,lalu saya juga diharuskan check up dalam setiap periode waktu tertentu,agar sang dokter bisa terus memantau perkembangan kondisi saya.Semoga ini menjadi hal yang bermanfaat bagi saya dan bagi sang dokter.
          Sekarang kemauan udah keras dan tegas,tidak boleh lagi porsinya dikurangi.Harus maju terus pantang mundur.Terima kasih untuk semua keluarga,sahabat dan teman yang sudah banyak membantu dan mendukung saya menghadapi penyakit ini.
Baca SelengkapnyaResep Dokter

Sabtu, 16 Maret 2013

Kompleks & Berhenti di Titik

Kaget dan baru nyadar.Ternyata dari semua tulisan yang ernah saya buat hampir dominan bertemakan konotasi negative tentang kehidupan saya.Oh tidak?kenapa ini bisa terjadi?Kenapa saya begitu focus membahas kekurangan dan kesulitan di kehidupan saya?kenapa saya tidak menuliskn banyak hal positif?atau karna saya terlalu takut disebut “kepedean atau sombong” oleh orang lain?Akankah saya diam sajah melihat keadaan seperti ini terus terjadi?mau sampai kapan saya seperti ini?sudahkah tiba saatnya untuk melawan ini semua?
Entah mengapa belakangan ini saya merasa kalau hidup itu memang rumit,sangat rumit bahkan lebih rumit dibanding benang kusut.Setiap elemennya terhubung begitu dekat begitu juga jauh,terasa begitu komplek.Saya jadi ingat 2 program TV yang kebetulan dalam stasiun yang sama pula,lamun temanya sangat bertolak belakang.Yang satu hidup itu indah,yang satunya lagi kejamnya dunia.Ternyata saya dapat menyimpulkan bahwa mereka mempertontonkan kepada khalayak ramai bahwa ada dua tipe manusia,yang satu adalah senang dan satunya lagi yang sengsara.Dan bisa ditebak,kalau acaranya senang,berisikan orang yang punya uang,pakaian bersih dan rapih,wajah yang ceria dan penuh senyuman,aktifitasnya menyenangkan dan penuh dengan liburan.Namun,pemandangan berbeda dengan acara yang lainnya,yang begitu intens membahas pertanyaan “kenapa dunia begitu kejam?”.Dan tebakan kalian benar sekali,isinya orang2 miskin,yang kekurangan makan,gizi buruk,kesehatan buruk,diskriminasi,kerja banting tulang,upah kecil,wajah yang muram,penderitaan,dan air mata yang terus menetas.Lalu,yang menjadi pertanyaan saya,apakah sudah seperti itu standarnya?apakah itu patokannya?apakah tidak bisa dirubah?
Menginjak ke jenjang yang lebih tinggi,dengan pola pikir yang tumbuh menjadi lebih bijak,usia yang menua,pergaulan yang menyempit,membuat saya mulai merasa apa yang program tv itu bilang,ada senang namun sengsaranya juga banyak.Kadang kita sudah memberikan usaha terbaik bagi diri kita sendiri khusnya dan umumnya bagi orang lain,tapi tetap saja ada penilaian yang miring,inilah…itulah..dengan banyak alasan dan sudut pandang.Kehidupan yang membuat kita terlena aka kewajiban kita,kehidupan yang membuat kita lupa akan latar belakang kita,dan kehidupan yang membuat kita terbang dari tanah yang subur.
Entah,saya juga tidak tahu dan tidak mengerti.Otak ini terasa begitu kacau,dengan pikiran-pikiran yang berserakan,yang mengemis-ngemis minta diperhatikan.Saya juga sudah tidak tahu harus melanjutkan tulisan ini dengan apa?jalan ceritanya terpotong hanya dalam 3 paragraf saja,tanpa tersampaikan makna dan esensi dari tulisan ini.Semua terpotong oleh mood yang dalam hitungan detik terus memburuk,dan memaksa saya untuk mengakhiri tulisan ini,tanpa saya menuliskan jawaban dan penutup dari ini semua.Semuanya menggantung,dan bertanya-tanya,semuanya semu dan tak jelas terlihat.Tak jelas apa yang ada dalam pikiran saya,tak jelas apa yang ingin saya sampaikan.Hingga semuanya berhenti dalam sebuah tanda(titik).
Baca SelengkapnyaKompleks & Berhenti di Titik

Rabu, 13 Maret 2013

Happy Kuadrat

Kalau diijinkan untuk saya memberikan suatu pertanyaan kepada kalian semua,maka akan kutanyakan hal apa yang dapat membuat kalian bahagia?hingga kalian gak bosen tuk melakukannya?
Mungkin sebagian dari kalian ada yang balik bertanya,”kalau kamu sendiri apa?” yah,ditanya kok balik nanya.
kalau menurut saya sih,hal yang memuat saya bahagia adalah bisa membuat bahagia orang lain dan diri sendiri,apalagi orang terdekat kita.Bisa keluarga,sahabat,teman bahkan pacar apalagi.
Rasanya itu berganda,kayak balsem otot geliga “panasnya berganda”.Senengnya itu di kuadratkan.simple nya gini :
Happy kuadrat = make people happies
Jadi,suatu kebahagian kalau bisa melihat orang lain tersenyum,tertawa,dan  hilang sedihnya.Bahkan walaupun mereka tertawa melihat tingkah laku saya yang sedikit konyol,i’m still happy.
Tidak ada kekhawatiran yang saya rasakan,karena dengan memberikan energi positif kepada orang lain maka akan ada reaksi yang positif pula yang bakal saya terima.Mungkin bunyinya mirip Hukum Newton III yaitu ” F aksi = F Reaksi”
Jadi,bahagiakanlah orang disekitarmu maka kamu akan bahagia.Memang simple dan tak sulit untuk dipraktekkannya.
Baca SelengkapnyaHappy Kuadrat

Senin, 04 Maret 2013

Nyanyian Katak di Malam Sunyi

Katak tak pernah bertanya
apakah dirinya tampan?
Hingga seorang putri cantik
berhati suci menghampirinya

Katak tak pernah bertanya
Apakah dirinya layak?
Hingga putripun memberikan
banyak apel dan anggur

Katak tak pernah sadar
apakah dirinya beruntung?
Hingga putri membantunya
terhindar dari injakan manusia

Katak hanya percaya dengan
mimpi yang terus tumbuh
yang bersemi sepanjang masa
dan tercium hingga kahyangan

Kata hanya terus bercerita
tentang indahnya langit
tentang indahnya negeri dongeng
dan terus menghibur sang putri

Katak hanya terus bernyanyi
memecah hening malam
memecah gelap sepi
dan menjaga putri di alam mimpi

Katak menjadi makhluk beruntung
dan mahluk bahagia yang
mendapatkan perhatian sang putri

Suatu hari nanti katak yakin
Persahabatan dan persaudaraan
dengan sang putri,menjadi anugerah
terindah yang tuhan berikan

Sebuah hadiah teristimewa
Dari katak yang tak mampu
Membalas ketulusan hati sang putri
Nyanyiannya,hanya terdengar dalam
Malam sunyi nan sepi
Baca SelengkapnyaNyanyian Katak di Malam Sunyi

Senin, 25 Februari 2013

Jeruji Transparan

       Huh..Rasanya seperti berada dalam jeruji transparan yang bisa dibawa kemana-mana.Memang tidak terlihat dan juga bisa dibawa kemana-mana,tapi tetap saja terbelenggu.Justru menurut gue,ini lebih parah dibanding jeruji hotel prodeo,karena kegelisahan dan derita belenggunya terus terasa kemanapun gue pergi.Hingga saat malam tibapun,mata ini sulit untuk menutup dengan rapat dan dengan ikhlas menuju dunia mimpi,pikiran itu terus datang menghantui.
       Mungkin ini sebuah resiko yang harus gue terima,karena gue sulit banget menolak permintaan orang lain walaupun gue tau kalau gue ini belum tentu bisa menolongnya.Sulit banget buat berkata "tidak" dan memberikan penolakan yang halus terhadap ajakan atau tawaran.Bagi gue,kenapa harus imej yang harus gue jaga?kenapa gue dengan teguhnya menjaga agar imej gue tetep bagus dimata orang lain,walaupun sebenarnya gue sendiri menderita karena itu.Kenapa gue harus memiliki perasaan yang over tanggung jawab?dan selalu merasa bersalah bila ada sesuatu yang terlewat dari kewajiban gue sebagai manusia?Padahal orang lain bisa melenggang tenang dan bahagia walaupun mereka banyak melanggar tugas mereka,hati mereka menjadi besar dan semakin tenang.Sedangkan gue semakin cemas dan panik,memikirkan hal-hal yang sebenernya bukan porsi gue untuk mikirin.Kenapa harus ada perasaan iba?kenapa harus ada perbedaan?kenapa gue harus berbuat gini gitu?
        Gue ingin bebas dari belenggu jeruji transparan ini,gue ingin sayap ini bisa terbang lebih tinggi lagi tanpa melihat dan mempertimbangkan daratan dimana gue melompat.Kenapa juga jalan ceritanya harus seperti ini?berada dalam dunia yang sebelumnya tak pernah ada dalam angan,mimpi bahkan imajinasi gue.Dunia yang lebih menyeramkan dibanding gugusan pulau yang dipenuhi bangkai.Kenapa dosa ini terus berlanjut hingga turun temurun kau wariskan kepada generasi setelahmu yang sungguh tak berdosa dan tak tahu apa-apa.Seketika paradigma gue berubah total,semangat ini semakin berbuih tak bermasa.
Tak bisakah gue menikmati ini semua?ini semua begitu samar untuk gue nikmatin,begitu bertolak belakang dengan pernah gue dapetin sebelumnya.
        Bagaimana gue bisa tetep enjoy and comfort di jeruji ini sedangkan diluar sana para sipir dan napi lain sibuk menampar gue habis-habisan dengan bualan dan hinaan?Dimana jalan keluar dari ini semua?Gue butuh perubahan,bukan cara seperti ini yang gue mau dan mungkin orang lain yang bernasib seperti gue inginkan.Semoga ada peradilan besar yang bisa membawa gue keluar dari jeruji ini,jeruji transparan yang bisa dibawa kemana saja,sehingga gue tak bisa lepas dari belenggunya sekalipun gue masuk ke alam mimpi.
Baca SelengkapnyaJeruji Transparan

Minggu, 17 Februari 2013

Investasi Leher Keatas



Di jaman yang serba mudah dan serba flexible seperti sekarang ini,membuat laju perkembangan kemajuan peradaban manusia berjalan sangat cepat.Setiap individu dituntut untuk selalu memperbaharui dirinya agar dapat mengikuti perkembangan jaman dengan baik.Persaingan diantara individupun teramat ketat dan kental dengan nuansa sikut menyikut.Bila tidak memiliki kemampuan untuk mengatur strategi dengan cerdas dan tepat,bisa-bisa terlempar dari persaingan.Persaingan ini terjadi di semua segi kehidupan,dari mulai pendidikan,pergaulan atau sosial,bisnis,hingga politik.Semuanya sarat akan nuansa persaingan.Manusia tidak bisa menghindar dari itu semua,yang harus mereka lakukan adalah berjuang dan bertahan dalam persaingan,jika tidak seperti itu maka siap-siaplah untuk mengalami kesulitan dari persaingan perkembangan peradaban yang ketat ini.
Dibutuhkan ide cemerlang dan strategi cerdik dalam menghadapi kehidupan yang penuh kompetisi ini.Setiap orang dituntut untuk terus menggali potensinya dan mengupgrade kemampuannya agar bisa bertahan dalam persaingan.Banyak orang diluar sana yang terlempar dari persaingan,ada yang menjadi pengangguran,kerja serabutan,kerja bukan pada bidang yang ditekuninya,dll.Bukan tanpa kemampuan dan perjuangan mereka tersisihkan,melainkan faktor kreatifitaslah yang membuatnya seperti itu.Berfikir kreatif dan penuh inovasi adalah keharusan bagi orang-orang yang ingin terus maju.Dan memiliki nilai tambah (add value) adalah bahan bakar bagi mereka yang ingin terus dipercaya dan mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Sebagai seorang mahasiswa yang akan segera menghadapi fase kehidupan yang sebenarnya,mereka dituntut untuk bisa memiliki kemampuan IQ & EQ melebihi rata-rata yang lainnya.Seorang mahasiswa diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan peradaban kehidupan sebagai motor penggeraknya.Berbagai segi dan sendi kehidupan menunggu mereka yang siap berkontribusi dan membuat peradaban kehidupan ini menjadi lebih baik dan terus maju.Menciptakan inovasi baru dengan ide-ide yang fresh dan brilliant,mengembangkan sumber daya yang ada,memperbaharui system-sistem yang telah dibuat,adalah peer besar bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan hidup.Mahasiswa harus memiliki nilai lebih dari yang lainnya.
Namun didalam dunia perkuliahan sendiri yang tidak lepas dari objeknya yaitu mahasiswa terdapat banyak fenomena yang menarik untuk dibahas.Pertama,di Indonesia sendiri banyak seorang lulusan S1 yang masih belum terserap dunia kerja,banyak diantara mereka yang banting stir ke jalur lain diluar bidang keahliannya karena sulitnya mencari kerja,ada juga yang memulai bisnis dan menjadi entrepreuneur,banyak sekali fenomena dunia mahasiswa dan perkuliahan yang seru untuk dibahas.Namun itu dilihat dari segi lulusan atau alumni mahasiswa.Lalu,bagaimana dengan meraka yang masih berpredikat sebagai mahasiswa?pasti juga banyak fenomena khas dan fakta unik yang bisa ditemukan.Diantarannya adalah banyak dari mereka yang mengundurkan diri dari proses perkuliahan karena kurang siapnya mental dan financial;banyak yang mengambil jurusan yang tidak sesuai dengan passion mereka dengan berbagai alasan;dan masih banyak lagi.Sehingga kita akan melihat banyak kemungkinan output dari mahasiswa itu sendiri.Kualitas output akan berbanding lurus dengan proses input.Maka diperlukan sebuah modal agar output mereka dapat baik dan proses inputnya berjalan dengan baik pula.
          Saya menyebutnya investasi leher keatas.Secara bahasa investasi adalah penanaman modal dari suatu subjek untuk tujuan memperoleh keuntungan.Sedangkan leher ketas adalah sebuah konotasi yang dimaksudkan untuk menyebut otak.Leher ketas itu adalah otak,karena otak berada didalam kepala yang letaknya diatas leher.Jadi investasi leher keatas adalah menanamkan modal untuk otak kita.Karena kita sudah tahu bahwa otak adalah pusat komando segala bentuk pergerakan tubuh kita,mulai dari berfikir,menggerakan tangan,menggerakan kaki,dll.Otak menjadi pusat kendali atas tubuh dari setiap manusia dan otak sendiri merupakan investasi yang sangat berharga bagi seorang manusia.Jadi,dengan memiliki otak saja manusia sudah memiliki modal yang sangat besar dibanding mahluk lain.
Investasi leher keatas dimaksudkan untuk merangsang orang-orang untuk bisa berbuat dan berusaha lebih baik dibanding dengan orang lain untuk mencapai tujuan hidup dan cita-citanya yang mayoritas menginginkan kesuksesan.Yah,dengan mengoptimalkan kinerja otak dengan terus menanaminya dengan input-input yang positif maka yakinlah akan menghasilkan output yang positif juga.Banyak sekali kegiatan diluar sana yang bisa dilakukan oleh orang-orang agar kinerja otaknya terus meningkat dengan menginvestasikan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kinerja otak.Perlu  diingat,selain investasi leher keatas ada juga investasi leher kebawah,dan perlu kalian tahu juga contohnya seperti belanja berbagai alat kecantikan yang mahal atau belanja pakaian yang mau tidak mau membawa kita menjadi seorang yang konsumtif dan hedonis karena memuaskan perut dan berbagai leher kebawah,bila kemampuan untuk menginvestasikan leher kebawah lebih besar dibanding menginvestasikan leher keatas kita maka kita akan mengalami kerugian,karena kepuasan leher kebawah adalah parsial dan sementara.Sebagai seorang yang masih muda,alangkah hebatnya bila dapat mengoptimalkan potensi otak kita dengan menginvestasikannya ke berbagai kegiatan.
Banyak sekali kegiatan diluar sana yang menginvestasikan leher keatas kita agar kehidupan kita bisa lebih baik dan mencapai kesuksesan.Sedikit saya akan memberikan beberapa contoh kegiatan yang termasuk dalam kegiatan investasi leher keatas,antara lain yaitu :
1.    Mengikuti Kursus belajar
Sudah banyak lembaga-lembaga bimbingan belajar di Indonesia yang bisa membantu kamu agar kinerja otak kamu bertambah.Secara tidak langsung mengikuti kursus belajar membuat kamu mendapatkan banyak ilmu tambahan yang belum tersampaikan di lembaga pendidikan formal.Lalu,secara tidak sadar juga kamu akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan pihak lain dalam situasi yang jarang kamu temui dan mendapatkan gaya belajar yang berbeda yang belum tentu kamu dapatkan di lembaga pendidikan formal.Dan kegiatan ini juga dapat membuat kita mengefektifkan dan memanfaatkan waktu kita dengan kegiatan yang positif yaitu belajar.
2.    Mengikuti les bahasa inggris
Mengapa harus les bahasa inggris?selain sebagai bahasa internasional yang bisa digunakan  di semua Negara,belajar bahasa inggris akan meningkatkan kemampuan kita untuk bisa mengetahui berbagai ilmu pengetahuan dari berbagai artikel yang kebanyakan belum diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia,sebagai contoh dekat adalah kebanyakan teksbook yang saya temui di perpustakaan kampus adalah berbahasa inggris.Dengan belajar bahasa inggris lebih intens akan membuat kamu siap menghadapi tantangan kemajuan global yang tumbuh semakin cepat.Dengan memliki kemampuan berbahasa inggris juga kamu bisa berbagi dan bertukar cerita dengan penduduk bumi lainnya yang tersebar di berbagai Negara.Bisa dibayangkan betapa serunya bila kita dapat berkomunikasi dengan mereka dan satu sama lainnya saling mengerti apa yang sedang dibicarakan.
3.    Mengkoleksi buku
Loh kok harus membeli dan mengkoleksi buku?yah,menurut saya itu adalah investasi bagi leher keatas kita.Dengan mengkoleksi buku ,secara tidak langsung membuat kita membiasakan untuk membaca dan menggiatkan kita untuk hobi membaca.Karena ketika kamu banyak membaca berbagai buku entah itu buku pelajaran,kamus,novel atau apapun kamu akan merasa bahwa banyak sekali hal yang belum kamu ketahui diluar sana.Jadi,bila punya tambahan uang jajan daripada dipakai untuk hal-hal kurang bermanfaat mendingan dipakai untuk membeli buku sebagai bentuk investasi leher keatas.
4.    Mengikuti seminar
Bisa berupa seminar tentang bisnis,motivasi,pendidikan,sosial dan budaya atau apapun bentuknya.Dengan mengikuti seminar kamu akan mendapatkan berbagai tips menarik dan tak jarang banyak jurus rahasia yang dibagikan yang intinya membuat hidup ini lebih baik dan maju.Juga,kamu akan mendapatkan suasana belajar baru diluar kebiasaan.Bertemu banyak orang,bertemu dengan pembicara yang hebat,dll.Menjadikan kamu lebih percaya diri dalam meghadapi kehidupan yang penuh persaingan.Jadi,bila ada kesempatan untuk mengikutinya,janganlah disiasiakan karena itu akan menjadi investasi bagi leher keatas.
5.    Aktif dalam kegiatan keorganisasian/komunitas
Banyak sekali diluar sana bentuk dari organisasi,yang formalnya bisa berupa OSIS,ekskul,BEM,Himpunan,UKM,ataupun yang tidak formalnya seperti pecinta hal tertentu seperti : komunitas musik,komunitas pecinta binatang,dll.Dengan mengikuti organisasi kamu akan belajar bagaimana mengasah sofskill,seperti :kemampuan berbicara didepan umum,mengemukakkan pendapat,belajar untuk hidup mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugas,bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik,bagaimana sikap kita menghadapi banyak orang dengan karakter yang berbeda,hingga membuat kamu menjadi peka dan mental kamu menjadi kuat menerima banyaknya keragaman antar individu.Dengan komunitas juga kamu akan lebih mudah mengembangkan hobby kamu dan saling berbagi dan bertukar informasi diantara anggotanya.Jadi,jangan sia-siakan masa muda kamu tanpa megikuti organisasi/komunitas.
6.    Membuat/mengikuti Small Group Discussion (SGD)
Dengan mingkuti SGD kamu akan belajar bagaimana membahas suatu tema tertentu hingga detail dengan berbagai pandangan didalamnya sebagai bentuk  referensi yang saling mendukung.Bertukar informasi dan pengalaman diantara pesertanya membuat pengetahuan dan tingkat intelegensi kamu bertambah.Kamu belajar untuk bisa berbicara,mendengarkan,berfikir,menyampaikan dan mempertimbangkan banyak hal.Dan lingkup pergaulan kamupun akan semakin luas dan banyak.Kamu akan menjadi kreatif karena kamu dibiasakan untuk berfikir melihat suatu hal dengan berbagai cara pandang yang berbeda.

Dari beberapa tips yang saya berikan seyogyanya bisa membuat potensi otak kamu menjadi meningkat dan kualitas hidup kamu juga akan meningkat.Kamu akan menikmati betapa hidup itu indah sekali.Maka jangan sia-siakan waktu dari hidup kamu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.Buatlah otak kamu sebagai senjata untuk kamu berperang menghadapi tantangan globalisme,menghadapi berbagai krisis yang multi dimensi.Kamu akan kuat dan tahan mengahadapi gempuran-gempuran jaman.Karena pola pikir dan mental kamu sudah dilatih,ditempa dan disiapkan untuk selalu bekerja optimal.Investasi leher keatas ini akan menjadi semangat bagi kita untuk terus maju dan secara tidak langsung melawan kegiatan konsumtif dan hedonis.Jadikanlah potensi otak kamu sebagai sebuah investasi yang tak ternilai harganya.OK? Selamat berinvestasi bagi leher keatas yang kamu miliki! (Redi Restu Fadilah-12 2011 109)

Baca SelengkapnyaInvestasi Leher Keatas

Minggu, 03 Februari 2013

Hikmah Dibalik Canda

Suasana kelas bersama dosen tersebut tidak seperti biasanya dan sangat berbeda dengan perjumpaan kami sebelumnya.Suasana kelas menjadi hening dan terasa haru di hari rabu tersebut.Berbeda sekali dengan pertemuan kita sebelumnya dengan dosen tersebut,mungkin kalo di ingat-ingat hampir setiap semester kita selalu bertemu dengan dosen tersebut terutama saya.Biasanya suasana kelas denga dosen yang bernama bapak x tersebut selalu dipenuhi dengan candaan dan tawa diantara kita sesama mahasiswa yang merasa lucu saja dengan tingkah dan gaya berbicara bapak x yang agak-agak cuek dan terkesan datar-datar saja,tapi tetap penuh senyuman,terlihat dia sangat ikhlas sekali menebarkan senyumannya kepada setiap orang yang berpapasan dengannya.Logat jawa yang cukup medok dan khas,membuat sebagian dari kami ikut terhipnotis untuk berbicara dengan logat jawa walaupun banyak dari kami bukan keturunan suku jawa.
Pertemuan pertama di semester baru ini dan merupakan mata kuliah yang barukita ambil juga untuk dipelajari.Seperti biasa si bapak memperkenalkan dirinya dengan logat medoknya sambil senyum-senyum,walaupun dia sudah tahu kalau kami semua telah mengetahui namanya dan sangat familier sekali di telinga kami.Lalu,si bapak menjelaskan dan mendeskripsikan mata kuliah yang akan diajarkan kepada kami dari mulai dasar hingga aplikasi luasnya nanti.Dengan membahas sedikit materi tentang mata kuliah tersebut yang relefansinya sangat dekat dengan jurusan teknik elektro,kami semua tidak merasa tabu ataupun keberatan,kami tetap enjoy menikmati perkuliahan ini walaupun langit diluar kelas sana sedang mendung.Ada beberapa mahasiswa yang tertidur pulas mendengarkan penjelasan si bapak,biasanya mereka yang seneng banget duduk di barisan belakang,mungkin kuliah ini dianggapnya sebagai pertunjukkan pembacaan dongeng sebelum tidur.Ah entahlah,,saya gak peduli.Ada juga mahasiswa yang dengan serius dan konsentrasi tingkat tinggi mendengarkan penjelasan si bapak,saking seriusnya matanya terus menatap tajam ke mulut si bapak yang sedari tadi menganga mengeluarkan kalimat-kalimat pengetahuan.
Penjelasan materipun berakhir dengan durasi waktu yang tidak terlalu lama.Karena pertemuan pertama biasanya hanya mereview deskripsi mata kuliah dan beberapa aturan main perkuliahan yang akan kami sepakati bersama.Lalu,si bapak yang sedari tadi berbicara,akhirnya menarik nafas panjang,lalu dengan lirih si bapa berkata “ada yang mau ditanyakan atau didiskusikan?”.Terangkatlah sebuah lengan dari seorang mahasiswa yang kelihatannya begitu antusias mengikuti perkuliahan dengn si bapak x,yah kalo boleh berspekulasi, ada satu persamaan antara mahasiswa tersebut denga si bapak dosen yaitu mereka berdua sama-sama keturunan suku jawa,dan gaya bertanya dia pun sudah sangat akrab seperti seorang teman yang satu kampong bertemu di perantauan.
Dia bertanya tentang background pendidikan si bapak,walaupun pertanyaannya sedikit melenceng dari bahasana perkuliahan tapi dia tetep Pede.Tapi dengan santai dan sekali lagi penuh senyum si bapa menjawab pertanyaan si mahasiswa dengan sistematis dan terstruktur.Suasana kelaspun menjadi hangat,mereka yang tertidurpun di barisan belakang akhirnya terbangun dan perlahan menikmati jawaban si bapak yang dipaparkan seperti sebuah dongeng.Si bapak bercerita kalau dia melanjutkan pendidikan S1 nya ke negeri kincir angin,sebuah negri yang banyak dikutuk oleh bangsa kami yang dulunya pernah menjajah selama 3,5 abad.Dia mendapatkan gelar disana dengan waktu studi yang tidak dari biasa yaitu 5,5 tahun,menurut pendapatnya kalau kuliah jurusan teknik mesin itu pasti lama lulusnya,5,5 tahun itu menurutnya waktu yang cukup dan wajar.Dan mahasiswapun terpingkal-pingkal tertawa melihat jawaban si bapak yang polos dan penuh senyuman.Lalu muncul ribuan peluru pertanyaan kepada si bapa dari mahasiswa yang penasaran dengan kehidupan si bapak diluar kampus,tentang kepribadian si bapak juga dan tentang pengalamannya.Si bapa melanjutkan ceritanya bahwa setelah lulus kuliah di negri kincir angin,dia meneruskan S3 di ngerinya hitler dan berhasil mendapat gelar juga disana.Lalu dia bercerita tentang di perusahaan mana saja dia bekerja dan bercerita tentang dinamika kehidupannya hingga menjadi dosen seperti sekarang ini.
Mahasiswapun begitu fokus mendengarkan cerita si bapak.Kelas ini menjadi berbeda dan terasa lebih hangat,seperti ada chemistry yang sudah terjalin kuat diantara kita satu sama lainnya.Setelah ngaler ngidul bercerita dan terkadang di sisipkan canda dan tawa di setiap ceritanya.Dengan spontan si bapa berkata “kenapa gak ada yang nanya apakah bapa pernah tinggal kelas?”.Mahasiswapun melongok mendengar pertanyaan tersebut,lalu seorang mahasiswa berlogat jawa dengan lantang berkata “oh iya pa,apakah bapa pernah tinggal kelas?”.Dengan lembut si bapak menjawab “ya”.Tiba-tiba suasana kelas menjadi sedikit gaduh dengan banyaknya spekulasi dan testimony para mahasiswa yang saling bersuara satu sama lainya.Dengan tenang si bapak bercerita kalau dirinya dulu waktu masih menuntut ilmu di bangku sekolah dasar,dirinya pernah tinggal kelas.Tidak dijelaskan juga dengan detail oleh si bapak kenapa dirinya pernah tinggal kelas.Tapi si bapak akhirnya memberikan beberapa kalimat motivasi kepada mahasiswa tentang pengalamannya dan perjuangannya bisa seperti sekarang ini,menjadi seorang dosen dengan lulusan luar negeri dan setia menghibahan ilmunya demi kecerdasan dan kemajuan orang lain.
Saya melihat seperti ada haru yang tertahan di matanya,ada gumpalan air yang menggenangi bola matanya,dan seketika kacamatanya menjadi berembun.Matanya tiba-tiba memerah,detak jantungnya mejadi lebih cepat,dan nafasnya menjadi tidak teratur lagi,dan terkadang dia berhenti bercerita lalu mengambil nafas dalam-dalam untuk bisa melanjutkan lagi ceritanya.Tiba-tiba suasana kelaspun menjadi beku seperti didalam lemari es,kami terkaget dan merasa tak percaya dengan apa yang sudah di ceritakan oleh si bapak.Tapi akhirnya kami dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari itu semua,dapat mengambil sebuah modal besar yang dikatakan si bapak lewat ceritanya,dan dapat mengambil kesimpulan bahwa ada hikmat di balik canda.Semua perspektif dan pendapat kami kepada si bapak tersebut mendadak berubah,perkuliahan di siang itu mengajarkan kami banyak hal yang tidak kami ketahui sebelumnya bahkan kami remehkan.Tidak ada pelajaran yang paling berharga selain bisa mengambil hikmah dibalik pengalaman orang lain.

Baca SelengkapnyaHikmah Dibalik Canda