Minggu, 04 Desember 2011

Siapa aku dan siapa diriku?


Berlatih dan terus berlatih adalah kalimat yang terus terngiang di dalam benak setiap harinya.Berlatih dalam banyak hal agar kemampuan dan potensi dapat terus diasah hingga tajam layaknya pisau tukang daging ayam di pasar.Ujung matanya yang tajam dapat merobek daging hingga mematahkan banyak tulang dan urat ayam,sama halnya seperti kemampuan yang terus diasah hingga tajam dan mampu merobek segala tantangan hidup dan kesulitan.Namun aku bingung dengan semua keganjilan hidup ini.Ketika seorang dipaksa untuk  dapat menguasai ilmu hidup yang akan dihadapi nya di masa yang akan datang,dia terus mengeluh dengan keadaan yang terjadi.Apakah hidup memang seperti ini?keras tanpa ada kompromi?
            Mungkin pengantar diatas sedikit menggambarkan bagaiamana pergolakan  ide,mimpi,tuntutan ,ikatan yang saling tarik menarik dalam otak ini.Rasanya ingin sekali pergi ke pegunungan tanpa seorang yang mengikuti dan hanya gitar yang menemani.Lalu aku duduk manis di sebuah gubuk di tengah perkebunan teh lalu melihat hijaunya sekitar sambil menyanyikan lagu kebebasan.Namun rasanya itu sukar terjadi.Itu semua hanya akan terus menjadi khayalan pengantar dalam lamunan sebelum tidur.
            Berhentillah mengeluh !!!! Itulah kata yang kuteriakan dengan sangat lantang,tegas penuh semangat  pada diriku sendiri.Coba lihatlah sekitar,banyak orang yang  mengalami hambatan yang lebih sulit dari dirimu wahai diriku.Cobalah untuk tegar menghadapi semua ini,kesalahan terbesar yang sering kau perbuat adalah kau tidak percaya diri dan kau terlalu banyak memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.Saya kira apa yang sering kau lakukan wahai diriku merupakan sesuatu yang akan membuat kau menderita sendiri tanpa kau sadari.Segeralah kau bangun dari tidur lelapmu dalam menjalani kehidupan,berhentilah mengeluh dengan keadaan,mengeluh hanya akan membuat kau lemah dan terus tak berdaya.Inilah aku cerminan dirimu wahai diriku.Di satu sisi aku berperan sebagai seorang yang arief dan bijaksana namun disisi lain diriku adalah pribadi yang lemah penuh keluh kesah.
            Dalam lamunan yang dalam ku terus selami intrik-intrik kehidupan.Jengkal demi jengkal hingga langkah demi langkah terus ku amati agar ku tidak terjatuh kedalamnya.Dengan penuh harapan dan keinginan aku berjalan penuh kehati-hatian dalam setiap langkahnya.Namun diriku sering menjatuhkan diri pada lubang yang lumayan dalam hingga membuat kaki ini kesakitan dan terus berpikir.Betapa seru dan menegangkan permainan yang sedang ku mainkan ini,betapa tidak?dalam suatu waktu aku mendapatkan banyak bonus namun di waktu lain aku banyak mendaptkan kekalahan dari para musuh di permainan ku ini.Hidup ini seperti apa yang aku inginkan dan aku lakukan.Siapa aku dihari ini adalah apa yang aku lakukan kemarin.Seperti apa aku hari ini adalah apa yang aku bayangkan kemarin.Dan apa yang aku dapatkan hari ini adalah apa yang aku perjuangkan kemarin.Begitulah hidup yang mengikuti kemauan hati,tanpa ada indicator kemenangan yang dapat diraih.Hidup yang hanya memuaskan nafsu dan mengeluh saat terjatuh bukan hidup dambaanku.
            Disinilah aku berjalan bergandengan tangan bersama diriku dengan harapan dan mimpi yang besar.Mimpi yang mampu mengangkat kita berdua terbang tinggi menembus langit dan angkasa dan menempatkan aku dan diriku dalam derajat yang tinggi pula.Mungkin aku dan diriku menjadi manusia yang angkuh dan penuh kesombongan dengan apa yang aku dan diriku miliki.Jalan yang aku dan diriku lewati rasanya menjadi mengkhawatirkan ketika melewati sebuah jalan yang penuh pohon lebat di pinggirnya yang terkadang membuat teduh perjalanan namun terkadang dapat mengaburkan pandangan mata karena gelap.Seharusnya aku dan diriku lebih waspada dan mawas diri dalam melewati perjalanan ini,karena banyak sekali kulit pisang yang berceceran sembarangan di jalanan yang dapat membuat aku dan diriku terpeleset ketika sedang terlena tak memandangi jalanan dengan seksama.Akhirnya aku dan diriku menyimpulkan bahwa perjalanan ini harus terus berjalan dengan komposisi seimbang dimana setengah bagian diisi untuk berfikir dan setengahnya lagi untuk menjalaninya dan terus berdoa.

Aku adalah diriku yang penuh kebijaksanaan dan kebaikan,diriku adalah aku yang penuh kelemahan dan kekhilafan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar